Seminar dalam rangka hari Kartini. (Foto: Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Memperingati Hari lahirnya R.A Kartini yang ke – 139, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan seminar bertema Peningkatan Kualitas Keluarga. Bertempat di ruang pertemuan Kartini Kabupaten Jepara, yang sebelumnya adalah Pendapa Kabupaten Jepara (20/4) siang.

Untuk mengenang jasa dan perjuangan R.A Kartini, melalui seminar tersebut diharapkan bisa mendorong kegiatan perempuan serta upaya menumbuhkembangkan semangat juang, khususnya perempuan dan remaja putri dalam memajukan pembangunan.

Hadir dalam acara tersebut, Sri Kusuma Astuti Kepala (DP3AKB) Jateng, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, Dandim 0719 Letkol Czi Fachrudi Hidayat, Kapolres Jepara Yudianto Adhi Nugroho, para peserta dari 35 kabupeten/kota serta para akademisi.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dalam sambutannya mengatakan,”Selamat datang di Kota Jepara tempat kelahiran R.A Kartini, sekarang saatnya untuk kaum perempuan dan remaja putri untuk melanjutkan cita-cita dan harapan beliau”, ungkap marzuqi.

R.A Kartini tinggal di Pendapa selama 21 tahun, beliau adalah perempuan yang diberi anugrah luar biasa oleh Allah SWT, berkat kecerdasannya beliau pernah mendapatkan beasiswa dari Belanda. Akan tetapi, karena keterbatasan usia yang saat itu sudah menginjak 21 tahun, maka surat beasiswa itu ia berikan kepada temannya haji Agus Salim yang berada di Padang Sumatera Utara, imbuh Marzuqi.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Jateng Sri Kusuma Astuti mewakili Plt Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko dalam sambutannya mengatakan,”Selamat Hari Kartini kepada seluruh perempuan di Indonesia, berawal dari keluarga yang berkualitas akan membawa Indonesia yang maju. Dari keluarga karakter membangun bangsa akan terbentuk”, ungkap Sri Kusuma Astuti.

Dirinya menambahkan,tingkat pendidikan di Jawa Tengah masih sangat rendah, hingga saat ini masih belum terentaskan secara optimal. Rata-rata tingkat pendidikan perempuan di Jateng adalah enam tahun, angka kekerasan terhadap perempuan mencapai 2500 kasus setiap tahun, atau sekitar 50 persen dan yang paling banyak adalah kasus kekerasan seksual.

Sedang pada perhitungan angka kematian ibu melahirkan pada tahun 2016 di Jateng mencapai 602 kasus, jumlah tersebut mengalami penurunan pada tahun berikutnya menjadi 475 kasus. Begitu juga pada peningkatan sumberdaya manusia khususnya perempuan dalam parlemen masih kurang, dari 30 kuota baru terpenuhi sebanyak 24 perempuan, di Jawa Tengah perempuan harus diberi hak yang sama guna meningkatkan kualitas dan kapasitas, dan semangat R.A Kartini perlu diteruskan, pungkasnya.

Dalam kegiatan seminar tersebut, menghadirkan narasumber Frida NMH dari Universitas Diponegoro Semarang (Undip) dan CVR Abimanyu dari Unika Soegijapranata (DiskominfoJepara@Aldo)