Bupati Jepara Ahmad Marzuqi berlatih Memanah (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Olahraga memanah saat ini tengah menjadi tren yang diminati masyarakat. Tak hanya digemari orang dewasa, tapi juga anak-anak. Minggu (24/2) ratusan orang mengenakan atribut muslim ataupun baju adat, mengikuti lomba panahan tradisional (Horsebow Competition) di Desa Bandengan Jepara.

Foto bersama peserta Lomba Panahan Tradisional (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

Lomba panahan tradisional bertajuk “Mengembalikan Budaya Memanah yang Hilang di Bumi Kartini” ini, pertama kalinya digelar di Kabupaten Jepara. Tengah menjadi tren masyarakat Indonesia, panahan tradisional tak hanya diminati orang dewasa, tapi juga anak-anak. Terbukti, peserta panahan tradisional baik pria maupun wanita dari seluruh Indonesia berdatangan ke Jepara untuk mengikuti lomba ini.

Terdapat keunikan dalam lomba yang baru pertama kali digelar di Bumi Kartini ini. Yaitu seluruh peralatan memanah yang digunakan berbeda dengan peralatan olahraga memanah pada umumnya. Peralatan memanah yang digunakan adalah alat barang tradisional yang terbuat dari bambu dan kayu.

Junaidi selaku Ketua Komunitas Jepara Mamanah mengatakan, bahawa olahraga memanah sejatinya adalah olahraga yang dianjurkan Rasulullah, selain renang dan berkuda. “Dengan menekuni panahan, seorang muslim bukan hanya mendapat manfaat yang dirasakan oleh tubuh dan pikiran. Tapi juga pahala, karena menjalankan sunah Rasulullah,” ujar dia.

Meski masih menggunakan kebun warga dengan status sewa sebagai arenanya. Di lahan seluas sekitar 40 meter persegi, lomba panahan tradisional mempertandingkan jarak dari 35 meter hingga 15 meter.

Pria asli putra Banten ini berharap dengan adanya ajang kali ini, dapat mengajak generasi muda untuk ikut melestarikan tradisi dan budaya asli Indonesia. “Mulai dari minat, senang, kemudian terjun secara langsung nanti ikut bergabung bersama kami disini,” imbuhnya dia.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi didampingi Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan dan Pengadaan Barang Setda Hery Yulianto, serta Petinggi Bandengan, membuka secara resmi lomba tersebut. Dirinya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan lomba panahan ini. Pasalnya dapat menarik minat wisatawan luar Jepara untuk datang ke Kabupaten Jepara.

Ia mengungkapkan, terdapat berbagai manfaat yang didapatkan dari olahraga panahan ini. Mulai dari melatih konsentrasi dalam belajar atau bekerja, hingga melatih ketajaman mata. “Olahraga memanah ini dapat melatih kita cermat dalam berfikir. Agar yang terkait dengan kebijakan yang akan kita ambil itu benar-benar membawa manfaat,” ujar bupati. (DiskominfoJepara/AchPr)