Penertiban tiang jaringan internet oleh Satpol PP (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Puluhan tiang jaringan internet milik PT iForte yang berada di wilayah Kecamatan Jepara ditertibkan, Rabu (13/3). Tiang yang dicabut atau dibongkar petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR) tersebut, lantaran belum mengantongi sejumlah izin.

Jalannya penertiban tiang jaringan internet, dibawah pengawalan personil Satpol PP berlangsung kondusif, lancar, dan aman. Pihak pemilik tiang jaringan internet tidak melakukan penolakan atau melawan petugas, lantaran tidak hadir saat eksekusi. “Pemberitahuan atas pelanggaran ini sudah pernah dilayangakan, tapi pihak bersangkutan tidak meresponya. Kami atas perintah pimpinan langsung mengeksekuasi tiang-tiang ini,” ujar Parmo, salah seorang petugas pengawas DPUPR.

Pihaknya mencatat, ada lebih dari seratus tiang jaringan internet milik PT tersebut yang sudah tertancap, dan tersebar di wilayah Kabupaten Jepara. Bahkan di antaranya sudah terpasang kabel jaringan internet. Nantinya, jika pihak dari PT iForte sudah menunaikan kewajibannya maka tiang beserta kabel jaringan bisa dipasang kembali. Namun tetap dengan mempertimbangkan aspek tata ruang.

Penertiban kali ini dikatakannya sudah masuk hari kedua. Setelah sebelumnya di hari pertama tim gabungan berhasil mengeksekusi 21 tiang jaringan internet. Tidak menutup kemungkinan, ditegaskannya. Jika masih belum ada respon terhitung satu minggu, maka seluruh tiang jaringan internet tak berizin tersebut akan dicabut. “Setelah penertiban ini kami tunggu satu minggu kalau tidak ada tindak lanjut. Jika sudah ada perintah atasan, semuanya akan kami cabut tanpa kecuali,” terangnya. (DiskominfoJepara/AchPr)
[15:46, 3/13/2019] Mas Fian Diskominfo: Yuliati Junaidi Terpilih Kembali Sebagai Ketua Umum LGNOTA

Yuliati Junaidi secara resmi terpilih kembali menjabat sebagai ketua umum Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (LGNOTA) Periode 2019-2024. Pemilihan ini berlangsung dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) LGNOTA Kabupaten Jepara 2019, bertempat di Serambi Belakang Pendapa Kartini, Rabu, (13/3).

Kegiatan ini dihadiri Bupati Jepara Ahmad Marzuqi yang diwakili Asisten III Edi Sujatmiko, Pembina LGNOTA Jepara Khuzaemah Marzuqi, Forum Komunikasi Kelompok Orang Tua Asuh (FKKOTA) kecamatan se-Kabupaten Jepara, dan instansi terkait.

Dalam laporannya, Ketua LGNOTA Jepara Yuliati Junaidi menyapaikan, LGNOTA merupakan lembaga nirlaba, independen, dan transparan. untuk menjaga anak-anak indonesia mendapatkan pendidikan dasar sebagai landasan untuk meraih masa depan lebih baik. Selain itu, LGNOTA juga turut meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat terhadap masa depan anak sebagai generasi penerus bangsa yang berkualitas, agar terwujudknya wajib belajar 9 tahun. “peran LGNOTA itu berkaitan dengan pendidikan, kesejahteraan anak, serta pengentasan kemiskinan,” katanya.

Terkait dengan program yang telah dilakukan LGNOTA periode 2014-2019. Yuliani menuturkan, bahwa sampai saat ini telah terbentuk 16 FKKOTA, yang tersebar di masing-masing kecamatan di Bumi Kartini. Serta telah menggalang Orang Tua Asuh (OTA) sebanyak 149 anggota dari kategori perseorangan, 9 OTA dari instansi, dan 5 OTA dari perusahaan.

Sedangkan sasaran untuk anak asuh, sampai akhir tahun 2018 LGNOTA telah memfasilitasi anak asuh sebanyak 9.124 anak. Yang terdiri dari anak asuh jenjang pendidikan SD/MI sebanyak 4.853 anak, dan SMP/MTS sebanyak 4.271 anak, dengan total dana sasntunan 2 Milyar. “LGNOTA Jepara merupakan satu-satunya kabupaten/kota se-Jawa Tengah yang memberikan bantuan secara berkesinambungan, dan ada 527 anak yang telah SMP/MTS yang kita bantu,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten III Sekda Jepara Edy Sujatmiko berharap, Peran LGNOT bisa menjadi pelengkap program bantuan sekolah yang telah digulirkan pemerintah. seperti Bantuan Oprasional Sekolah (BOS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), maupun Program Keluarga Harapan (PKH). Sehingga dengan demikian bisa Membantu anak-anak keluarga tidak mampu bisa sekolah dan menyelesaikan pendidikan dasar. “dengan demikian maka wajib belajar 9 tahun akan terwujud,” katanya. (Diskominfo/Sofi’in)