sosialisasi yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jepara, di halaman parkir Museum RA Kartini, Minggu (17/3) (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Tidak banyak undangan yang hadir dalam acara sosialisasi yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jepara, di halaman parkir Museum RA Kartini, Minggu (17/3). Sejumlah kursi untuk para undangan terlihat banyak yang kosong.

Ketua Bawaslu Jepara Sujiantoko mengatakan, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota diharapkan dapat berjalan langsung, umum, bebas, rahasia, adil, serta berintegritas dan berkualitas.

Selain itu dikatakannya, kampanye terbuka pada 24 Maret hingga 13 April mendatang menjadi rentan. Mulai dari rentan keterlibatan ASN sampai politik uang. Politik uang atau money politic ini, juga menjadi catatan tersendiri bagi pihaknya. Sebab selama ini praktik tersebut ada namun susah dijerat lantaran tidak adanya bukti materiil.

Untuk itu, pihaknya terus mendorong upaya pengawasan parsitipatif yang melibatkan masyarakat. “Kami ajak masyarakat turut melakukan pengawasan. Harapannya kita bisa bersama-sama menciptakan Pemilu yang bermartabat. Kalau dilakukan bersama-sama, pengawasan tentu lebih optimal,” ujar Sujiantoko.

Sementara itu Ketua KPU Jepara Subchan Zuhri mengatakan, pihaknya akan terus mendorong agar pelaksanaan Pemilu serentak berjalan sukses, aman dan lancar. Subchan mengakui kerjasama dan peran aktif dari seluruh elemen masyarkat sangat diharapkan, agar Pemilu 2019 dapat berlangsung secara demokratis. (DiskominfoJepara/AchPr)