Masyarakat membeli sembako murah (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Untuk membantu warga dalam mempersiapkan kebutuhan Lebaran, Pemkab Jepara menggelar pasar murah menyambut Idulfitri 1440 hijriah. Bertempat di Sentra kuliner khas Jepara pada Rabu (22/5) pagi, sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar murah ini, dijual tanpa kupon dengan harga murah dari harga di pasaran.

Pasar murah Idulfitri 1440 hijriah yang digelar oleh Pemkab Jepara ini, lebih ditujukan kepada masyarkat menengah kebawah. Masyarakat dapat membeli berbagai bahan kebutuhan pokok lebih murah dari harga di pasaran. Karena Pemkab Jepara mensubsidi bahan kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Jepara Dian Kristiandi mengharapkan, pasar murah Idulfitri ini dapat membantu masyarakat dalam mempersiapkan kebutuhan Lebaran. Tujuan diadakannya pasar murah ini, dikatakan Andi, untuk membantu warga mendapatkan bahan pokok yang lebih terjangkau menjelang Lebaran. “Pasar murah ini untuk menjaga stabilitas harga. Memberikan kesempatan seluruh warga Jepara dalam mempersiapkan bahan kebutuhan pokok menjelang Lebaran,” ujar Andi, saat membuka secara resmi kegiatan pada pagi itu.

Ia juga memastikan persediaan sejumlah bahan kebutuhan pokok, dan rantai distribusi hingga Lebaran kedua (Kupatan) aman terkendali serta lancar. Hal tersebut dipastikannya usai melakukan pemantauan di sejumlah pasar, bersama Forkopimda beberapa waktu lalu. “Masyarakat memang tidak perlu khawatir. Atas kerjasama beberapa hari yang lalu Pemda bersama Forkopimda, melakukan monitoring pada seluruh pasar, alhamdulillah secara umum semuanya stabil dan terjaga,” ungkap Andi.

Di pasar murah Idulfitri ini, berbagai bahan kebutuhan pokok yang didistribusikan ke masyarakat, di antaranya beras berjumlah 3.276 kilogram, gula pasir 5.200 kilogram, minyak makanan 4.420 liter, dan tepung terigu 260 kilogram. Telur ayam sebanyak 1.560 kilogram, mi dadak 104 kotak kardus, dan elpiji ukuran tiga kilogram berjumlah 500 tabung.

Seluruh kebutuhan bahan pokok tersebut disubsidi oleh Pemkab Jepara, rata-rata subsidi mulai Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu. Seperti beras seharga Rp 7.500 per kilogram, gula pasir Rp 9.500 per kilogram, minyak makanan Rp 8 ribu per liter, dan tepung terigu Rp 4 ribu per kilogram. Selanjutnya, telur ayam seharga Rp 16.500 per kilogram, mi dadak Rp 5 ribu per empat bungkus, dan elpiji tiga kilogram seharga Rp 15.500 per tabung.

Sejumlah masyarakat meski awalnya sempat berdesakan berebut membeli sembako. Namun akhirnya mereka secara tertib mengantre, dan berhasil membawa pulang bahan pokok yang lebih murah dari harga normal.

Chasanah, salah satu ibu rumah tangga yang datang pada pasar murah mengatakan, sangat terbantu dengan adanya kegian ini. Terlebih saat sekarang ini harga kebutuhan bahan pokok terus merangkak naik. “Alahmdulillah terbantu, jadi lebih bisa menghemat anggaran dapur. Sisa uang belanja bisa untuk mencukupi kebutuhan lainnya,” kata dia.

Selain berlangsung di Sentra kuliner khas Jepara Kecamatan Jepara, pasar murah Lebaran juga berlangsung di seluruh wilayah kecamatan, sejak 22 Mei hingga 25 Mei mendatang. Dengan adanya pasar murah ini, warga dapat dengan mudah mendapatkan sembako yang murah dan berkualitas. (DiskominfoJepara/AchPr)