Polisi menggeledah mobil saat gelar razia di Nalumsari, Jepara (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Menjaga kondusifitas wilayah setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan rekapitulasi secara nasional, Polres Jepara menggelar razia malam, pada Selasa (21/5) di depan Mapolsek Nalumsari. Razia di perbatasan jalan Jepara–Kudus ini, menyasar kendaraan roda empat.

Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman mengatakan, sasaran utama razia ini adalah barang bawaan yang ada pada kendaraan roda 4 ke atas. Penumpang barang yang dibawa, misal senjata tajam, bahan peledak, maupun bahan berbahaya lainnya.

“Untuk mengantisipasi tidak ada senjata tajam, dan alat berbahaya lainnya.” Kata dia.

Razia serupa sudah dilaksankan sejak lima hari sebelumnya. Adapun setiap malam, ada tiga titik yang menjadi sasaran razia. Dikatakan, ada 76 personel yang dilibatkan dalam razia. Mulai dari Satuan Lalulintas, Sabhara, dan Satuan Reskrim.

“Malam ini (razia) di rayon selatan, tengah, dan utara,” lanjutnya.

Tidak ada barang berbahaya yang ditemukan dalam razia kali ini. Hanya ada beberapa pengendara yang harus ditilang karena tidak lengkap administrasi kendaraan yang dibawa. Razia ini, juga bagian dari upaya menciptakan kondusifitas selepas penetapan rekapitulasi oleh KPU.

“Kami berharap tidak ada mobilisasi atau pengerahan masa, setelah penetapan KPU,” katanya.

Terkait aksi besar-besaran yang digelar di Jakarta yang tidak terima akan hasil Pemilu, dia memastikan tidak ada warga Jepara yang turut datang ke sana. Selanjutnya, masih memanasnya suhu politik apalagi setelah KPU menetapkan hasil rekapitulasi, lanjutnya, ketika dinilai ada kecurangan agar mengadukannya secara konstitusional. Kemudian untuk menjaga persatuan antara pendukung dan tim sukses, pihaknya juga menggelar doa bersama.

“Mari bergandengan tangan, jaga kondusifitas daerah,” kata dia. (DiskominfoJepara/Dian)