Rakor Dewan Ketahanan Pangan dan Peternakan yang dilaksanakan pada Sanin, (22/7) di Gedung Shima Setda Jepara. (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Salah satu upaya menjaga kedaulatan suatu negara adalah tersedianya ketersediaan pangan. Upaya menjaga ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Jepara terus didorong, meskipun saat ini, sesuai data yang ada pada Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Jepara terhitung mencapai tingkat Surplus.

Hal itu terungkap pada Rakor Dewan Ketahanan Pangan dan Peternakan yang dilaksanakan pada Sanin, (22/7) di Gedung Shima Setda Jepara. Hadir dalam kesempatan tersebut, Asisten II Setda Jepara Mulyaji, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Achid Setiawan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi, Wawan Rianto, Camat se-kabupaten Jepara serta 37 Kepala Desa di Kabupaten Jepara.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP), Achid Setiawan mengatakan, Untuk ketersediaan pangan di Jepara secara umum dalam kondisi cukup, bahkan surplus, katanya.

“Jumlah produksi beras Tahun 2018 sebesar 140.465 ton dan produksi beras s/d Juni Tahun 2019 sebesar 73.505 ton sehingga totalnya sebesar 213.970 ton, kebutuhan Tahun 2018 dan s/d Juni 2019 sebesar 171.002 ton sehingga surplus 42.968 ton, cukup untuk persediaan 4,5 bulan ke depan atau cukup sampai pertengahan November 2019,” katanya.

Sedangkan Produksi jagung Tahun 2018 sebesar 53.465,63 ton dan penyediaannya sebesar 47.584 ton, sedangkan kebutuhan 1.468 ton sehingga surplus 46.117 ton, tambahnya.

Sampai dengan Tahun 2018 beberapa produksi pangan di Kabupaten Jepara masih belum mampu mencukupi kebutuhan dan perlu pasokan dari luar daerah, di antaranya kedelai, kacang hijau, ubi jalar, susu, telur, daging, cabe dan bawang merah. Sehingga perlu diupayakan lagi peningkatan ketersediaannya.

Sementara itu, Asisten II Setda Jepara, Mulyaji menyambut baik terkait capaian yang sudah dilakukan oleh para petani di Jepara. Karena pangan merupakan kebutuhan yang harus tersedia, sehingga penguatan pangan akan berdampak signifikan terhadap angka kemiskinan di Jepara.

“Tahun lalu angka kemiskinan di Jepara lebih rendah dibanding Provinsi Jawa Tengah, jumlah penduduk miskin di Jepara berada pada kisaran angka tujuh persen, sedangkan rata-rata jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah sebesar 11,19 persen,” katanya.

Adapun desa yang sudah tersentuh Desa Mandiri Pangan (DMP) yaitu Kunir, Bumiharjo, Tunahan, Papasan, Kepuk, Karanggondang, Pancur, Suwawal Timur, Lebak, Jambu, Mindahan Kidul dan Buaran.

Upaya lain yang dilakukan dalam rangka pemantapan ketahanan pangan dan berhubungan dengan akselerasi penanggulangan kemiskinan yaitu mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam secara maksimal, antara lain pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan marginal, fasilitasi lumbung pangan masyarakat, serta pengelolaan potensi sumber daya air secara berkelanjutan guna menunjang produksi pangan. (DiskominfoJepara/Aldo)