Pameran bursa kerja Jepara di Hall Rumah Makan Maribu Jepara. (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Mendekatkan pencari kerja dengan pihak perusahaan, Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jepara, menggelar pameran bursa kerja Jepara. Kegiatan dibuka, Jumat (26/7) di Hall Rumah Makan Maribu Jepara.

Dalam sambutannya Sekretaris Dinkop UKM Nakertrans Jepara, Abdul Muis mengatakan kegiatan ini dikuti oleh 27 perusahaan yang ada di Jepara. Diantara perusahaan-perusahaan tersebut diantaranya merupakan Perusahaan Modal Asing (PMA) yang beroperasi di Jepara.

Sebanyak 4.785 lowongan pekerjaan ditawarkan melalui pameran ini. Masyarakat bisa langsung mengakses kesempatan ini selama dua hari hingg Sabtu 27 Juli 2019, secara gratis.
“Kami berharap, kegiatan ini bisa mendekatkan kepentingan dari dua pihak, yakni perusahaan dan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan,” ujar Abdul Muis, Jum’at (26/7) siang.

Disebutkan Abdul Muis, pada tahun 2018 di Kabupaten Jepara ada 17.957 tenaga kerja terdaftar dalam pemegang Kartu AK-I sebagai pencari kerja. Dari jumlah tersebut sebanyak 15.829 tenaga kerja akhirnya terserap di beberapa perusahaan.

Sedangkan tahun 2019, sampai bulan Juli ini, ada sebanyak 13.411 pencari kerja terdaftar sebagai pemegang kartu AK-I. Dari jumlah tersebut baru 2.030 yang terserap. Kondisi ini diakui menjadi tantangan besar bagi Pemkab Jepara.

Mewakili Plt Bupati Dian Kristiandi Kepala Dinkop UKM Nakertrans Jepara Eriza Rudi Yulianto menyampaikan ada beberapa kebijakan yang telah ditempuh Pemkab Jepara terkait masalah tenaga kerja.

Berdasarkan data di Kementrian Tenaga Kerja, di Kabupaten Jepara ada pada tahun 2018 ada 641.799 angkatan kerja. Dari jumlah tersebut sebanyak 617.552 diantaranya sudah bersatatus bekerja. Sehingga ada sebanyak 24.247 orang berstatus belum bekerja atau menganggur. “Rinciannya sebanyak 13.019 merupakan angkatan kerja laki-laki dan 11.228 orang angkatan kerja perempuan,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Jepara salah satunya telah menerapkan kebijakan untuk memperluas jumlah investasi di daerah. Kebijakan industri pro job juga diterapkan dengan menurunkan ‘high cost economy’, sehingga menarik investor.

Harmonisasi dan penyederhanaan proses perijinan usaha, juga sudah dilaksanakan. Harapannya, kebijakan ini bisa memberi rangsangan agar investor datang ke Jepara. Datangnya investor tentu saja akan membuka lapangan pekerjaan di Jepara.

Salah satu staff HRD PT. Parkland World Indonesia Jepara Ratih mengungkapkan, untuk kali ini perusahaannya membuka sedikitnya seribu lowongan untuk operator produksi. Dengan beberapa persyaratan pendidikan SMP/SMU sederajat, dan yang pasti mampu bekerja keras. “Kami masih kekurangan tenaga kerja, ini untuk memenuhi kebutuhan perusahaan,” katanya. (DiskominfoJepara/Dian)