Pementasan Wayang Kulit di Karimunjawa Jepara. (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Plt Bupati Dian Kristiandi menjanjikan kepada warga Karimunjawa Jepara, untuk menyajikan pagelaran wayang kulit setahun sekali di kepulauan tersebut. Hal ini disampaikan Andi saat membuka pentas wayang kulit di Desa Karimunjawa.

Kali ini pementasan wayang kulit semalam suntuk di Karimunjawa Jepara digelar sebanyak dua kali. Hari pertama pada Senin (29/7) di Desa Karimunjawa dan berikutnya pada Selasa (30/7), di Alun-alun Karimunjawa. Tidak hanya masyarakat lokal, para wisatawan juga banyak tertarik menyaksikan pementasan itu.

Kegiatan ini merupakan buah kerjasama antara pemerintah desa dan Pemkab Jepara melalui rangkaian sedekah bumi desa. “Seperti janji saya beberapa waktu lalu, kita menggelar pagelaran wayang kulit di Karimunjawa,” kata Plt. Bupati Jepara Dian Kristiandi.

Dikatakan Andi, pementasan wayang kulit ini akan dilaksanakan rutin setiap tahun. Sehingga masyarakat Karimunjawa dan para wistawaan dapat menikmati suguhan kesenian Jawa ini.

“Kalau hari ini kita laksanakan di Desa Karimunjawa, tahun depan kita bawa ke Desa Parang. Kemudian Desa Nyamuk dan Kemojan. Sehingga bisa merata,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Andi mengajak kepada masyarakat Karimunjawa untuk gotong royong memajukan pariwisata pulau Karimunjawa.

Selaras dengan lakon wayang yang dimainkan “Wahyu Katentreman” oleh Ki Dalang Hendro Suryo Kartiko dari Jepara, Andi menekankan tentang sikap kerukunan dan mengajak masyarakat memberikan rasa aman dan nyaman kepada setiap wisatawan yang datang.

“Sambut mereka dengan keramahan kita, jangan jadikan mereka justru takut untuk datang kesini. Dengan kesan yang baik mereka akan kembali datang ke Karimunjawa Jepara dilain kesempatan,” katanya.

Pemkab Jepara akan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan destinasi wisata Karimunjawa. “Tahun ini akan ditambah landasan pacu bandara dewandaru. Selain itu juga pembangunan infrastruktur. Harapannya dengan transportasi bagus, maka akan banyak wisatawan yang akan berbondong menuju Karimunjawa,” tutur dia.

Selain itu Andi berpesan masalah penangan kebersihan lingkungan. Setidaknya masyarakat dapat membantu menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing. “jika semua unsur tersebut terpenuhi maka Karimunjawa Jepara akan menjadi destinasi yang luar biasa, karena disini semuanya ada. Mulai dari wisata alam, budaya dan wisata religinya,” katanya.

Pagelaran wayang kulit di Alun-Alun Karimunjawa pada Rabu malam, menghadirkan dalang Ki Nuryanto, dibuka secara langsung Asisten II Setda Jepara Mulyaji. Disampaikan Mulyaji, pementasan wayang kulit ini merupakan program rutin Pemkab Jepara. Dalam kurun waktu setahun, disiapkan 15 kali pertunjukan wayang secara bergilir di Kabupaten Jepara.

“Semoga akan menjadi rutinitas, untuk menghibur masyarakat melalui kebudayaan,” katanya. (DiskominfoJepara/Dian)