Plt Bupati Jepara menyematkan lencana. (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi, memimpin upacara Hari Pramuka ke-58, tingkat Kabupaten Jepara. Kegiatan dilaksanakan pada, Rabu (14/8) pagi, di Lapangan Suwawal, Kecamatan Mlonggo. Kegiatan diikuti, para Andalan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Jepara, Andalan ranting se-Kwarcab Jepara, dan ribuan Pramuka Siaga, Penggalang dan Penegak di Kabupaten Jepara.

Usai memimpin upcara, Andi menyerahkan penghargaan Pancawarsa dan Lencana Pramuka Garuda kepada tiga puluh penghargaan untuk pembina dan pramuka berprestasi di Kabupaten Jepara. Delapan orang yang mendapatkan lencana Pramuka Garuda, delapan diantraya dari pramuka penggalang dan dua orang dari pramuka penegak. Sedangkan sisanya Pembina pramuka mendapatkan penghargaan Pancawarsa.

“Mari seluruh pramuka untuk terus menebar bakti. Sesuai dengan dasadharma pramuka. Begitu juga bagi penerima lencana, tentu makin besar tanggung jawabnya untuk memajukan pramuka khususnya di Kabupaten Jepara,” kata Andi.

Kedepan, Andi berharap gerakan Pramuka semakin berhasil membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan, utamanya membantu pemerintah dalam pembentukan karakter generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa yang memiliki fisik, mental dan spiritual yang kuat di masa depan.

Selaras dengan tema kali ini, “Peringatan 58 Tahun Gerakan Pramuka bersama Seluruh Komponen Bangsa Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI,”.

Andi berharap meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman baik dari luar maupun dari dalam yang ingin merongrong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Selain ancaman dari luar, sebenarnya ancaman yang sangat berbahaya adalah ancaman dari dalam,” katanya.

Seperti halnya sikap indovidualisme, radikalisme, serta melemahnya sikap hidup berbangsa dan bernegara. Krisis identitas generasi muda, serta meredupnya kepribadian dan karakter positif akibat lemahnya filter dalam menerima gempuran pemberitaan dan informais negatif seperti kasus SARA, korupsi, narkoba, terorisme, tawuran antar pelajar yang berdampak pada hilangnya karakter bangsa.

Menarik dalam peringatan tersebut, ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kecamatan Moonggo, berpadu menampilkan sendratari tentang tiga tokoh wanita Jepara, Ratu Shima, Ratu Kalinyamat dan Raden Ajeng Kartini. Dengan diiringi musik gamelan, dan ratusan penari cilik menghibur para peserta upacara dan masyarakat sekitar yang hadir.(DiskominfoJepara/Dian)