Karnaval TK/PAUD. (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-74 Republik Indonesia, ribuan masyarakat Jepara dimanjakan dengan beragam hiburan menarik. Melalui penampilan pawai budaya lokal dan nusantara, yang digelar Pemkab Jepara. Puluhan peserta beradu kreativitas untuk melestarikan budaya, serta tradisi yang kini mulai ditinggalkan.

Pawai atau karnaval tersebut digelar di halaman perkantoran pemerintahan Kabupaten Jepara, pada Kamis (15/8). Karnaval kemerdekaan itu menampilkan 81 kelompok peserta siswa, terdiri dari 50 jenjang sekolah RA/TK/PAUD, dan 31 kelompok jenjang SD/MI.

Mereka berlomba menampilkan hasil kreasi terbaik mereka, di antaranya kereta kencana dengan tiga tokoh pahlawan perempuan Jepara. Kemudian kreasi tradisi dan budaya sedekah bumi sejumlah desa di Jepara, guna melestarikan serta mempromosikannya kepada khalayak ramai. Ada juga kreasi dolanan jaman dulu, yang diperankan oleh puluhan siswa TK. Untuk melestarikan dolanan bocah yang kini mulai ditinggalkan, akibat serbuan permainan modern.

Puluhan peserta karnaval secara resmi diberangkatkan oleh Forkopimda Jepara, dengan didampingi sejumlah pejabat teras di jajaran Pemkab Jepara. Peserta dibereangkatkan dari depan Pendopo, menyusuri rute yang telah ditentukan panitia.

Kegiatan ini dikatakan Dandim 0719/Jepara Fachrudi Hidayat menilai, dapat menggugah sekaligus membangkitkan semangat kebangsaan dan cinta Tanah Air. Cinta akan negara, lanjutnya, sangatlah penting untuk ditanamkan dalam diri dan jiwa sejak dini.

“Kebangsaan ini harus ditularkan dan harus diwariskan ke adik-adik mulai kecil, sehingga nantinya saat dia besar sudah bisa membawa negara ini lebih baik,” ujar Fachrudi.

Sementara itu, istri Plt Bupati Jepara Hesti Nugroho menyebut, agenda rutin Pemkab Jepara di setiap tahunnya ini, sekaligus sebagai salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke kota berjuluk Bumi Kartini.

Beragam kreasi peserta pawai terbukti mampu menyedot perhatian ribuan warga, dari berbagai wilayah. Mereka merasa terhibur dengan adanya pawai tersebut, hingga memenuhi rute perjalanan pawai dan terus bertahan di bawah sengatan terik matahari. (DiskominfoJepara/AchPr)