Karnaval Kemerdekaan. (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Karnaval Kemerdekaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Jepara tahun ini lebih bervariatif. Banyak dari peserta yang mengangkat tentang indahnya sebuah perbedaan. Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Jepara Dian Kristiandi membuka langsung acara tersebut, pada Ahad (18/8) siang, di panggung kehormatan depan Rumah Dinas Wakil Bupati Jepara. Hadir pula jajaran Forum Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda) dan para pejabat terkait.

Karnaval tahun ini diikuti sebanyak 48 peserta mulai dari tingkat SMP/MTs, SMA/SMK, Perangkat Daerah dan Umum. Tidak seperti biasanya, karnaval yang ditampilkan masing-masing kelompok tahun ini, tidak hanya berpatok pada tiga tokoh perempuan Jepara. Ide yang mereka usung lebih luas lagi lagi, yaitu mengangkat tentang keragaman budaya dan kebhinekaan bangsa.

Berkesempatan berada di urutan pertama yaitu SMP N 6 Jepara, yang mengusung kebinekaan Negara Kesatuan Republik Indoensia (NKRI). Sekitar seratus lebih siswa SMP 6, membawa berbagai macam perlengkapan karnaval, seperti replika garuda, masjid, pura, stupa hingga klenteng sebagai simbol perbedaan suku, agama ras dan anatr golongan yang harus saling menghargai.

Dalam kesempatan itu, mereka ingin mengajak kepada masyarakat Jepara tentang indahnya perbedaaan. Untuk menjaga hal tersebut, diperlukan sikap u saling menghargai dan menjaga kedaulatan bangsa.

Hal yang sama juga ditampilkan oleh SMA N 1 Tahunan. Selain pasukan pengibar bendera yang mengenakan pakian serba putih, mereka juga membawa bendera merah putih raksasa. Selai itu juga mereka menampilkan berbagai keragaman budaya bangsa, termasuk pakaian adat dari berbagai daerah.

Untuk SMP Negeri 2 Jepara. Selain marching band, sekolah tersebut mengangkat tema tentang pertanian. Ada ratusan siswa yang dilibatkan. Peserta dari sekolah itu dibagi menjadi beberapa peran. Mulai petani, orang-orangan sawah hingga tikus. Yang istimewa ada pula ikon Dewi Sri yang ditampilkan mengenakan busana berwarna hijau. Mereka melengkapi penampilannya dengan tari-tarian yang atraktif. Sedangkan untuk SMK SMA Islam Jepara, mereka mengangkat perang jawa dengan tokoh Pangeran Diponegoro.

Ada pula kelompok peserta yang menampilkan berbagai tradisi yang ada di Jepara. Di antaranya SMA Masehi Jepara. Mereka menampilkan mulai dari Perang Obor, Tradisi Apeman hingga Kirab Kepala Kerbau. Potensi lokal Jepara lainnya juga diangkat SMK Negeri 2 Jepara. Mereka menampilkan berbagai produk unggulan kota ukir. Mulai dari kerajinan perhiasan monel, batik, ukiran dan yang lainnya. Semuanya diitampilkan secara menarik dengan ikon besar pada masing-masing produk.

Dalam sambutanannya Plt. Bupati Jepara Dian Kristiandi mengajak untuk menikmati kemerdekaan tanpa mebedakan suku, ras dan golongan. Bergotong-royong memajukan Jepara tercinta. Andi juga menunjukkan pakaian tenun troso yang dikenakan. Tenun Troso ini, merupakan wujud kebersamaan masyarakat yang harus terus dijaga dan dilestaraikan.

Tahun ini rute karnaval dimulai dari Pendopo Kabupaten Jepara ke arah Jalan Diponegoro, Klenteng, Jalan Veteran, Jalan Dr Sutomo menuju panggung kehormatan di depan kediaman Wakil Bupati Jepara, Jalan Mangun Sarkoro, Jalan Imam Bonjol, Jalan Brigjen Katamso dan kembali ke alun-alun Jepara. (DiskominfoJepara/Dian)