Peringatan tahun baru Islam atau 1 Muharam di Alun-Alun 1 Jepara. (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Semarak tahun baru Islam 1441 hijriah begitu terasa di Kabupaten Jepara. Jajaran pemerintah bersama masyarakat, pelajar Taman Pendidikan Alquran (TPQ), tumpah ruah memenuhi Alun-Alun 1 Jepara untuk mengikuti doa bersama. Peringatan tahun baru Islam atau 1 Muharam ini tak kalah dibandingkan tahun baru masehi.

Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Jepara Dian Kristiandi mengapresiasi antusiasme masyarakat Jepara, yang hadir dalam kegiatan “Gebyar Muharam 1441 Hijriah”. Andi berharap kondisi harmonis Kabupaten Jepara dapat terus dijaga bersama. Dirinya juga menegaskan, peringatan tahun baru Islam 1441 hijriah adalah momentum evaluasi diri.

“Kegiatan ini adalah untuk merenung dan sebagai ungkapan rasa syukur, atas apa yang telah dilalui pada tahun 1440 hijriah, dan menyongsong tahun baru Islam 1441 hijriah dengan semangat,” ujar Andi.

Terlebih disampaikannya, tahun baru Islam merupakan suatu hari yang penting bagi umat Islam. Karena memperingati hijrahnya Nabi Muhammad saw dari Kota Makkah ke Madinah.

Usai gelar doa akhir tahun, salat magrib berjamaah, dan doa awal tahun bersama. Dilanjutkan dengan khotmil Quran, zikir dan doa bersama. Selain itu ada pula penyerahan santunan bagi puluhan anak yatim. Ditampilkan juga berbagai pentas seni baik dari santri TPQ Yanbu’a dan Iqro’, hingga gelaran bermacam-macam budaya dan kesenian tradisional Kabupaten Jepara yang bernafaskan Islam.

Bukan hanya itu saja, hadirnya pendongeng Elis Siti Toyibah atau akrab disapa Kak Elis Cetta dari Jakarta, kian menambah semarak Gebyar Muharam 1441 Hijriah sore itu. Lewat dongeng Islami, para santri TPQ diberi motivasi dengan alur kisah inspirasi. (DiskominfoJepara/AchPr)