Plt. Bupati Jepara Dian Kristiandi membagikan Air kepada warga. (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara membagikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Jepara Dian Kristiandi, didampingi Asisten II Setda Jepara Mulyaji dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Arwin Noor Isdiyanto membagikan air bersih secara langsung kepada warga Desa Kaliombo, Kecamatan Pecangaan pada Senin (9/9), pagi. Sedikitnya 10 ribu liter air bersih diangkut dengan menggunakan dua mobil tangki.

Lokasi pertama yang dituju yaitu wilayah RT 05 dan RT 07 RW 02 Desa Kaliombo. Andi mengakui, krisis air bersih akibat kemarau panjang terjadi di beberapa tempat, tidak hanya di Jepara. Untuk itu, dirinya meminta warga masyarakat untuk bersabar.

“Sabar saja, pemerintah akan tetap berupaya hadir untuk membantu warganya untuk mendapatkan air bersih,” kata Andi.

Saat ini, sedikitnya sembilan desa di Jepara terdampak kekeringan. Mulai tanggal 4 Juli hingga 9 September sedikitnya 126 tangki atau 600.000 ribu liter air disalurkan kepada masyarakat terdampak kekeringan.

“Tiap minggunya, satu wilayah yang terdampak bisa dua kali pengiriman,” kata dia.

Dengan adanya keterbatasan ketersediaan air ini, Andi meminta warga masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air. Warga masyarakat juga tidak perlu rebutan dengan warga lainnya, sebab droping air akan rutin dilakukan.

Antisipasi kekeringan ini sebenarnya sudah dilakukan dengan mengandalkan PDAM. Hanya saja yang terjadi, justru sumur-sumur dan sumber air PDAM juga mengalami kekeringan sehingga tidak maksimal mengaliri ke rumah warga.

“Nanti kita evaluasi juga ini PDAM agar pelayanan ke masyarakat bisa tetap maksimal di musim kemarau seperti ini,” jelasnya.

Ditanya soal penyediaan anggaran untuk droping air ini, Pemkab Jepara setiap tahunnya melakukan evaluasi, jika memang dibutuhkan tambahan anggaran maka akan diberikan. Pihaknya juga tidak hanya mengandalkan anggaran dari APBD, melainkan juga menggandeng anggaran CSR dari sejumlah perusahaan yang ada di Kota Ukir.

“Kalau perlu ditambah ya nanti akan ditambah. Nanti juga akan gandeng perusahaan yang ada,” tandasnya.

Sholekah, warga RT 5 RW 2 mengaku jika sumurnya sudah mengering sejak empat bulan ini. Untuk memenuhi kebutuhan, dirinya terpaksa membeli air bersih dalam jerigen. Setidaknya ada 45 kepala keluarga yang terdampak kekeringan di RT 5 RW 2. “Enam jerigen seharga 30 ribu,” kata dia.

Hal yang sama dikatakan Harsani, warga RT 7 RW 2. Untuk memenuhi kebutuhannya, ia terpaksa membeli air satu mobil kol seharga 100 ribu yang habis digunakan untuk empat hari. “Sebenarnya warga sudah memiliki saluran PDAM, hanya saja musim kemarau ini juga tidak ada airnya,” jelasnya.

Kepala BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto menambahkan, sembilan desa
yang mengalami krisis air diantaranya yaitu, Desa Kaliombo Kecamatan Pecangaan, Desa Kedungmalang dan Karangaji Kecamatan Kedung, Desa Raguklampitan Kecamatan Batealit, Desa Blimbingrejo dan Tunggulpandean Kecamatan Nalumsari, Desa Pendem Kecamatan Kembang, Desa Kunir dan Desa Jlegong Kecamatan Keling.

“Selain Kaliombo, hari ini juga kita kirim ke Kadungmalang dan Karangaji, masing-masing dua tangki,” katanya. (DiskominfoJepara/Dian)