BPBD Jepara distribusi air bersih. (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Kekeringan yang terjadi di wilayah Kabupaten Jepara, diprediksi berlangsung hingga akhir bulan November. Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, kemarin.

“Kita perkirakan kekeringan tahun ini, berjalan sampai akhir bulan November. Mudah-mudahan setelah itu, tidak,” kata dia.

Hingga, Sabtu (14/9), sudah ada Sembilan desa di Kabupaten Jepara yang mengalami krisis air bersih. Desa-desa tersebut adalah Desa Kaliombo (Pecangaan), Kedungmalang, Karangaji (Kedung), Desa Raguklampitan (Batealit), Blimbingrejo, Tunggulpandean (Nalumsari), Pendem (Kembang), Desa Kunir dan Jlegong (Keling).

“Mulai tanggal 4 Juli hingga 9 September, kami sudah melakukan droping air sebanyak 126 tangki atau 600.000 ribu liter air,” kata dia.

DIkatakan, Arwin jIka dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah desa yang terdampak kekeringan di bulan yang sama lebih banyak tahun kemarin. Hanya saja jumlah atau kuantity yang dikirim ke lokasi terdampak lebih banyak tahun ini. “Misalnya Kaliombo, kita kirim dua tangki. Dua hari lagi pasti minta tambahan lagi,” katanya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Jepara Dian Kristiandi mengajak masyarakat, masyarakat untuk menghemat air. Efisiensi air diperlukan lantaran sumber daya air saat ini juga telah berkurang akibat rusaknya hutan dan lingkungan, sementara kebutuhan air semakin tinggi.

Khusus untuk antisipasi kekeringan ini sebenarnya sudah dilakukan dengan mengandalkan kucuran air PDAM. Hanya saja yang terjadi, justru sumur-sumur dan sumber air PDAM juga mengalami kekeringan sehingga tidak maksimal mengaliri ke rumah warga. “Nanti kita evaluasi juga ini PDAM agar pelayanan ke masyarakat bisa tetap maksimal di musim kemarau seperti ini,” ujarnya.

Pemkab Jepara setiap tahunnya melakukan evaluasi dalam usaha mengatasi masalah kekeringan ini. Selama ini Pemkab Jepara juga tidak hanya mengandalkan anggaran dari APBD, melainkan juga menggandeng anggaran CSR dari sejumlah perusahaan yang ada di Kota Ukir. (DiskominfoJepara/Dian)