Rapat Koordinasi dan Evaluasi pelaksanaan Program Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Jepara di Gedung Shima Jepara. (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Penanganan kemiskinan difokuskan pada sasaran kepala rumah tangga dan individu dengan status kesejahteraan terendah 40 persen. Hal ini disampaikan Sekda Jepara Edy Sujatmiko, dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi pelaksanaan Program Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Jepara, pada Rabu (18/9), di Gedung Shima Jepara.

Hadir sebagai narasumber Direktur Pelayanan Sosial Dasar Ditjen PPMD kemendes, PDT dan Transmigrasi Fatma Yachmi dan Kasubid Promosi Data Pusdatin Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia Indri Indrawati.

Diungkapkan Edy, status kesejahteraan terendah ini disebut dalam Data Terpadu Penanganan Fakir Miskin (DT PFM) dan Orang Tidak Mampu (OTM) Tahun 2019 yang telah diverifikasi dan divalidasi oleh Kementerian Sosial yang berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jepara.

“Ini sudah sesuai dengan Permensos Nomor 1 tahun 2019, tentang Penyaluran Belanja Bantuan Sosial di Lingkungan kemensos,” kata dia.

Dikatakan Edy, komposisi kepala rumah tangga dan individu dengan status kesejahteraan terendah 40 persen di Jepara, yaitu kepala rumah tangga sebanyak 158.868 jiwa dengan individu sebanyak 529.595 jiwa.

Sementara meruntut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menggambarkan data makro, perkembangan jumlah penduduk miskin Kabupaten Jepara diketahui tahun 2014 hingga tahun 2018 menunjukkan angka fluktuatif, namun cenderung menurun. Mulai dari angka 100.484 jiwa (2014) menurun menjadi 86.538 jiwa (2018).

Tingkat kemiskinan Jepara juga menunjukkan kinerja yang baik. Trennya cenderung menurun dari 8,55 persen (2014) menjadi 7 persen (2018). Jika dilihat dari posisi relatifnya, capaian persentase penduduk miskin di Jepara lebih baik dibandingkan dengan 28 kabupaten lain di Jawa Tengah.

“Kinerja pencapaian angka kemiskinan Jepara merupakan NOmor 2 terbaik setelah Kabupaten Kudus dan masih dibawah capaian jawa Tengah sebesar 11,32 persen dan nasional sebesar 9,82 persen,” katanya. (DiskominfoJepara/Dian)