Asisten 2 Sekda Jepara Mulyaji saat menerima rombongan Pemerintah Kabupaten Tuban yang melakukan studi komparasi pengelolaan DBHCHT di Ruang Peringgitan Rumah Dinas Bupati Jepara. (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara mengalokasikan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk pengembangan sektor-sektor penyangga perekonomian.

Hal tersebut dikatakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Jepara Mulyaji, Selasa (24/9) siang, di Ruang Peringgitan Rumah Dinas Bupati Jepara. Mulyaji mengatakan hal ini saat menerima rombongan Pemerintah Kabupaten Tuban yang melakukan studi komparasi pengelolaan DBHCHT. Rombongan asal Jawa Timur ini, dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Tuban, Sunarto. Sedangkan Mulyaji didampingi sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Menurut Mulyaji, tahun ini Pemkab Jepara mendapatkan alokasi DBHCHT sebesar Rp6,7 miliar. Jumlah itu setara 0,9 persen dari total sebaran DBHCHT yang dikucurkan untuk Provinsi Jawa Tengah.

“Penggunaan DBHCHT di Kabupaten Jepara antara lain untuk mengembangkan beberapa sektor penyangga perekonomian Kabupaten Jepara seperti Industri Pengolahan sebesar 34,34 persen,” katanya.

Sektor lain yang juga mendapat alokasi penggunaan DBHCHT adalah Perdagangan, Ritel, Hotel, dan Restoran (20,69 persen); sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (15,33 persen); sektor Jasa Pelayanan Umum (10,78 persen); serta sektor Konstruksi (6,67 persen). DBHCHT dialokasikan ke Disperindag, Dinas Kesehatan, DiskopUMKM Nakertrans, Diskominfo, Satpol PP dan Damkar, Bagian Hukum, serta Bagian Pembangunan Setda Jepara.

“Hasilnya signifikan. Di antaranya mendukung jaminan kesehatan nasional, meningkatkan pembinaan industri tembakau, pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat bagi mantan buruh rokok, pemberdayaan ekonomi masyarakat kelompok usaha bersama, bimbingan teknis dan pelatihan untuk meningkatkan SDM, sosialisasi dan publikasi mengenai pemberantasan rokok ilegal, serta kegiatan pemberantasan barang kena cukai ilegal,” rincinya.

Di sela-sela kegiatan ini, Mulyaji memperkenalkan potensi wisata dan produk kerajinan unggulan Jepara. Salah satunya tenun troso.

Selain diterima di Rumah Dinas Bupati Jepara, rombongan Pemkab Tuban juga melakukan kunjungan ke salah satu pabrik rokok di Desa Ngasem, Kecamatan Batealit. (DiskominfoJepara/Yiyik)