Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara menggelar rapat paripurna pengambilan keputusan APBD Perubahan Tahun 2019. (Foto Dok. DiskominfoJepara)

JEPARA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jepara tahun 2019 mengalami kenaikan Rp136 miliar. Angka ini ditetapkan Senin (30/9/2019), saat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara menggelar rapat paripurna pengambilan keputusan APBD Perubahan Tahun 2019.

Dipimpin Ketua Sementara DPRD Kabupaten Jepara Muhammad Ibnu Hajar bersama wakilnya, Junarso, berlangsung di Graha Paripurna . Hadir Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Jepara Dian Kristiandi bersama unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Edy Sujatmiko, para pimpinan perangkat daerah, dan direksi Badan Usaha Milik Daerah.

APBD tahun 2019 semula berjumlah hampir Rp2,332 triliun. Kenaikan Rp136 miliar menjadikan APBD Perubahan tahun 2019 berada pada angka Rp2,468 triliun. Angka tersebut merupakan total belanja yang direncanakan setelah perubahan.

Namun jumlah pendapatan setelah perubahan tidak sebesar itu. Sebagaimana laporan pembahasan yang dibacakan anggota DPRD Latifun, jumlah pendapatan setelah perubahan adalah Rp2,380 triliun. Sehingga APBD Perubahan Tahun 2019 mengalami defisit.
“Defisit setelah perubahan Rp87,9 miliar,” katanya.

Sesuai struktur anggaran yang disepakati eksekutif dan legislatif, defisit ditutup dari pembiayaan neto. Penerimaan pembiayaan daerah setelah perubahan sebesar Rp107,2 miliar, hanya akan terkurangi pengeluaran pembiayaan sebesar Rp19,3 miliar. Terdapat pembiayaan neto Rp87,9 miliar.

Atas persetujuan ini, Plt. Bupati Jepara Dian Kristiandi menyampaikan terima kasihnya terhadap legislatif yang telah melakukan pembahasan anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah.

Terhadap saran peningkatan pendapatan asli daerah, kata Andi, akan ditindaklanjuti melalui perangkat daerah. Saran-saran lain akan dilaksanakan. Dalam persetujuan ini, legislatif memberikan 31 saran kepada eksekutif. (DiskominfoJepara/Sulismanto)