Launcing Aplikasi Indonesia-Jepara di Pendapa RA Kartini Jepara. (Foto Dok. DiskominfoJepara)

JEPARA – Finas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kabupaten Jepara melauncing aplikasi Indonesia – Jepara (I-Jepara). Peluncuran aplikasi ini bersamaan dengan kegiatan Seminar Nasional Perpustakaan dengan tema “Pengembangan Perpustakaan di Era Reolusi Industri 4.0”, baru-baru ini.

Membacakan sambutan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Jepara Dian Kristiandi, Asisten I Setda Jepara Abdul Syukur memaparkan hal-hal apa saja yang sudah dilakukan pemerintah dalam meningkatkan layanan perpustakaan. Diantaranya adalah pengembangan buku digital (e-book) dan mengembangkan I-Jepara.

“Saya berharap agar I-Jepara dapat diakses oleh masyarakat di manapun dan kapanpun,” kata Andi.

Ia juga mengulas beberapa prestasi yang pernah diraih oleh perpustakaan di daerah Jepara. Seperti halnya Perpustkaan Kucica di Desa Tulakan.

Panitia Kegiatan Umar mengatakan, beberapa hal yang mendasari dilaksanakannya seminar, di antaranya adalah Peraturan Daerah Nomor 1, Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Aktivitas Pengembangan Perpustakaan dan Dokumen Kearsipan Perpusda Kabupaten Jepara.

Sebelum memberikan sambutannya, Abdul Sykur meresmikan aplikasi I-Jepara dengan memukul gong yang disaksikan oleh hadirin yang datang.

Dalam sambutannya, ia berharap agar perpustakaan harus berbasis teknologi informasi dan komunikasi, harus bisa memanfaatkan teknologi serta siap tanggap terhadap dinamika global.

“perpustakaan harus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi, maka harus dibarengi peningkatan fasilitas misalnya internet.” terangnya.

perpustakaan juga harus menjadi working space untuk mencari ide, bukan sekedar tempat berkumpul dan nongkrong, serta harus memberikan fasilitas yang bisa diakses seluruh masyarakat untuk memudahkan pembacanya, ungkapnya.

Acara tersebut mendatangkan narasumber berkelas nasional, yakni perwakilan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Drs. Supriyanto, M.Si yang memaparkan tentang Penguatan Pengelolaan Perpustakaan dalam Mobilisasi Pengetahuan Menuju Era Revolusi Industri 4.0. “Maju mundur perpustakaan itu tergantung pengelolanya, dan di perpustakaan ujung tombaknya adalah pustakawan.” jelasnya. (DiskominfoJepara/Endang)