Pementasan Wayang Kulit di Desa karangrandu. (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Nguri-nguri budaya jawa, mungkin kalimat tersebut bisa disematkan dalam acara yang diselenggarakan oleh Sanggar Seni Sajojo, pada sabtu (05/10/2019) malam bertempat di halaman depan Pasar Sore Karangrandu, Pecangaan.

Acara ini sendiri menampilkan pertunjukan seni tari dan juga wayang kulit semalam suntuk. Untuk wayang kulitnya sendiri, mengangkat tema “Semar Bangun Kayangan” oleh Ki Seger Suarjono. Selain mengadakan pagelaran wayang kulit, diadakan pula pelantikan ke-pengurusan yang baru Sanggar Seni Sajojo.

Dalam acara pelantikan dan pagelaran wayang ini dihadiri oleh Kepala bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara Agus Noor Slamet, Pelaksana Tugas (Plt) Petinggi Karang Randu serta Ketua Persatuan Dalang Indonesia (PEPADI) cabang Jepara.

Selain mengadakan wayang sebagai hiburan masyarakat, kesempatan ini digunakan oleh Sanggar Seni Sajojo untuk melantik pengurus baru mereka periode 2019-2020. 25 anggota baru ini dilantik langsung oleh Kabid Kebudayaan Disparbud Agus Noor Slamet.

“Saya berharap pengurus yang baru ini bisa amanah dalam menjalankan tugasnya amin”kata Agus setelah melantik pengurus Sanggar Seni Sajojo yang baru.

Disaat yang bersamaan pula, agus meminta kepada masyarakat agar ikut berpatisipasi melestarikan kebudayaan yang ada, salah satunya yaitu pertunjukan seni wayang kulit.
Karena wayang kulit memliki daya tarik tersendiri bagi penikmatnya, baik untuk warga lokal maupun yang berasal dari mancan negara. Hal ini ditunjukan dengan banyaknya turis asing yang berbodong-bondong untuk mempelajari kesenian dari wayang kulit itu sendiri.

“Wayang kulit meniko kito uri-nguri, sinten maleh seng mboten nguri-nguri kejawi mboten kulo panjenegan” tuturnya dalam bahasa jawa. (DiskominfoJepara/Umar/Nandha/Dima)