Penyegelan Toko Modern (Foto Dok. DiskominfoJepara)

JEPARA – Tim dari Pemerintah Kabupaten Jepara, Senin (7/10/2019), melakukan penutupan terhadap lima unit toko modern. Penutupan dilakukan dengan menggembok toko dan memasang Garis Pembatas Satpol PP.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan, Ketertiban Umum, dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Jepara Anwar Sadat mengatakan, lima toko itu berada di Desa Wedelan, Kecamatan Bangsri, Jalan Wahid Hasyim (Jepara), Desa Ngabul (Tahunan), Desa Lebuawu (Pecangaan), dan Desa Pelang (Mayong).

Menurutnya, toko disegel karena tidak memiliki izin sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2017 tentang Penataan Pasar Rakyat dan Toko Swalayan. Tindakan tegas diambil setelah pengelola kelima toko tidak mengindahkan tiga kali surat peringatan yang sebelumnya sudah diberikan.

“Sebelumnya pengelola toko sudah kami beri penjelasan agar mengurus perizinan sesuai ketentuan dalam Perda Penataan Pasar Rakyat dan Toko Swalayan. Kami memberikan tiga kali surat peringatan (SP).

SP pertama tertanggal 18 Juni 2019. Selanjutnya SP kedua 9 Juli 2019. Dalam dua kali SP ini, pengelola diberi waktu 14 hari sejak SP diberikan, agar ada tindak lanjut mengurus izin ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jepara. Namun hal itu tidak dilakukan.

Demikian juga setelah SP ketiga tertanggal 9 September 2019 yang memberi waktu 7 hari agar ada tindak lanjut di lapangan.

Maka setelah toleransi dirasa cukup, tim melakan tindakan tegas berupa penyegelan. Selain Satpol PP dan DPMPTSP, tim ini juga berasal dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag), Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (DiskopUKMNakertrans), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Bagian Hukum Setda Jepara, dan Bagian Perekonomian Setda Jepara.

Dalam prosesnya, sebelum penyegelan dilakukan, petugas mempersilakan penjaga toko mengeluarkan barang-barang yang akan kedaluwarsa dalam waktu dekat, serta barang-barang lain yang dibutuhkan selama pekiraan waktu penyegelan hingga penyelesaian pengurusan izin.

“Penutupan ini, kan, bisa dikatakan sementara saja. Nanti kalau proses perizinannya selesai, bisa langsung buka lagi,” kata Anwar saat memberi penjelasan kepada petugas toko.

Salah satu petugas toko di Wedelan Arumita membenarkan pihaknya sudah tiga kali mendapat SP.

“Tapi semuanya langsung kami serahkan ke pimpinan. Setahu kami setelah SP3 bagian perizinan perusahaan kami sudah melakukan tindak lanjut. Mungkin belum selesai. Setelah ini, ya, kami menunggu tim perizinan seperti apa,” kata Arum.

Sementara itu pemilik toko modern di Jalan Wahid Hasyim Habli Mubarok mengaku, pihaknya sudah mengurus perizinan setelah mendapatkan peringatan. “Sudah jalan namun belum selesai,” katanya. (DiskominfoJepara/Sulismanto)