Plt. Bupati Jepara mengajar di SMA N 1 Tahunan Jepara. (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Jepara Dian Kristiandi tidak hanya piawai dalam urusan tata pemerintahan, namun ia juga luwes berdiri didepan kelas menjadi guru bagi siswa-siswi SMA Negeri 1 Tahunan. Selama satu jam lebih, Andi menyampaikan materi tentang “Wawasan Kebangsaan” di depan kelas. Plt. bupati mengajar ini, dilaksanakan pada, Senin (7/10/2019) pagi, usai mengikuti Upacara di SMA Negeri 1 Tahunan, Jepara.

Setelah melaksanakan upacara, para siswa masuk ke dalam kelas untuk belajar bareng Plt. Bupati Jepara. Hadir pula dalam kesempatan itu, Asisten II Setda Jepara Mulyaji, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara Agus Tri Harjono, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jepara Dwi Riyanto, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Istono, dan Kepala Sekolah SMA N 1 Tahunan Bambang Supriyanto.

“Wawasan kebangsaan ini, harus ditanamkan kepada siswa. Agar tidak mudah luntur di kemudian hari,” katanya.

Dikatakan Andi, kegiatan Plt. bupati mengajar ini baru pertama kali dilakukan. Ia berharap juga bisa dilakasanakan di sekolah lain, untuk memberikan pemahaman yang utuh mengenai wawasan kebangsaan.

“Kebetulan ini yang pertama kali di SMA N 1 Tahunan, saya berharap kegiatan peningkatan wawasan kebangsaan ini akan terus digalakkan ke sekolah-sekolah,” tutur dia.

Pelajaran wawasan kebangsaan ini sangat penting, di tengah kondisi bangsa sekarang ini. karena berisi tentang cinta tanah air dan bela negara. Untuk itu, harus terus ditanamkan kepada para siswa.

“Ini untuk mengenalkan dan mengingat lagi nilai luhur Pancasila, Jiwa Patriotisme cinta tanah air dan mengenal Pahlawan Bangsa sehingga tertanam jiwa, moral, aklaq baik, sejak dini dan menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia,” katanya.

Dijelaskan Andi, pemahaman kebangsaan ini semakin meluntur. Di sisi lain muncul upaya-upaya untuk melakukan gerakan yang merongrong kejayaan bangsa Indonesia. Untuk itulah, para siswa harus paham betul proses sejarah panjang terbentuknya Bangsa Indonesia.

“Kita harus mengingat perjuangan leluhur bangsa kita. Waspada, upaya-upaya yang ingin memasukkan idiologi selain Pancasila,” tutur dia.

Mengapa bangsa ini tidak menggunakan idiologi Islam? padahal maoritas penduduk bangsa ini beragama islam. Dikatana Andi, karena berdirinya bangsa ini berangkat dari kesepakatan para tokoh agama yang berbeda, mulai dari agama Islam, Kristen, Hindu dan Budha. Begitupun juga dengan budaya dan suku yang beragam.

“Ada kesepakatan para tokoh dengan latar belakang yang berbeda. Jika diantara kesepakatan itu menjadi tidak ada. Maka bangsa ini akan runtuh. Untuk itulah kita harus pertahankan Pancasia sampai kapanpun,” kataya.

Sebagai seorang siswa, tidak hanya menghafalkan lima sila Pancasila. Namun juga mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mislanya dengan sikap saling menghormati sesama umat beragama. Dimana kita bisa melaukan ibadah sesuai keyakinan tanpa ada paksaan dari siapapun. “Sikap gotong royong dan menjaga kebersihan di sekolah juga merupakan bagian dari nilai-nilai Pancasila yang harus dilaksanakan,” katanya.

Kepala Sekolah SMA N 1 Tahunan Jepara Bambang Supriyanto mengatakan, para siswa merasa senang dengan kehadirian Plt. Bupati Jepara untuk mengajar. Apalagi materi yang disampaikan ini, sangat dibutuhkan mereka dalam menumbuhkan kecintaannya terhadap bangsa dan negara. Kegiatan ditutup dengan berfoto selfie bareng Plt. Bupati Jepara. “Mudah-mudahan tidak hanya dikesempatan ini saja beliau hadIR. Namun juga di kesempatan lain,” tuturnya. (DiskominfoJepara/Dian)