Deklarasi ODF Selasa di lapangan desa Jlegong Kecamatan Keling. (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara terus mendukung Program Open Defeceation Free (ODF) atau program stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) menggelar Deklarasi ODF Selasa (8/10/2019) di lapangan desa Jlegong Kecamatan Keling.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Bagian Perekonomian Setda Jepara Edi Marwoto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Mudrikatun, perwakilan Dinas Kesehatan Jawa Tengah Wenang Triatmo, bersama 75 Kepala Desa serta, Camat serta Forkopimda.

Jepara sebagai Kabupaten ODF, berarti masyarakat telah mampu mengelola kotorannya sendiri. Hal itu akan memberikan dampak kesehatan pada lingkungan, serta masyarakat akan terbebas dari berbagai penyakit yang ditimbulkan oleh virus dan bakteri, seperti diare, kolera, tipus dan lainnya.

Direncanakan Tahun 2019 ini Kebupaten Jepara akan mendeklarasikan sebagai Kabupaten ODF. Usaha keras yang dikakukan Pemerintah Daerah, beserta masyarakat membuahkan hasil. Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Daerah di Karesidenan Pati, tersisa dua Kabupaten yang belum mencapai ODF, yaitu Kabupaten Pati dan Kabupaten Jepara.

Plt. Bupati Dian Kristiandi melalui Kepala Bagian Perekonomian Setda Jepara, Edi Marwoto, dalam sambutannya mengatakan, masih banyak masyarakat yang belum mengerti arti jamban sehat, sehingga banyak mengakibatkan gangguan terhadap gangguan kesehatan, kata Edi.

“Ada tiga belas Provinsi yang mengalami kejadian luar biasa terjangkit penyakit diare, 1.213 orang terjangkit diare yang mengakibatkan 30 jiwa meninggal,” katanya.

Pada tahun sebelumnya, sebanyak 2.540 kasus penyakit Diare, mengakibatkan 29 jiwa meninggal dunia. Kasus tertinggi terjadi pada tahun 2008, dengan jumlah 8.133 kasus, dengan korban sebanyak 239 jiwa meninggal dunia.

Sementara itu dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah Wenang Triatmo mengapreaiasi kinerja Pemerintah Daerah atas usaha yang terus dikakukan sehingga Kabupaten Jepara berhasil menjadi Kabupaten ODF, ungkapnya.

“Selamat atas tercapainya ODF, karena bukan hal mudah, membutuhkan kerja keras dan kerja cerdas agar masyarakat tidak lagi Buang Air Besar Sembarangan (BABS),” katanya.

Dirinya menambahkan, 2019 ini Jepara telah mencapai 100 ODF diseluruh Kecamatan se Kabupaten Jepara dan 75 ODF 100 Persen stop BABS.

Menurut data WHO pada 2010, diperkirakan sebanyak 1,1 miliar orang, atau sekitar 17 persen penduduk dunia masih buang air besar di area terbuka. Sebanyak 81 persen penduduk buang air besar sembarangan tersebar di sepuluh negara, Indonesia berada pada peringkat kedua dengan 12,9 persen.

Mengingat bahayanya akibat buang air besar sembarangan, maka seluruh masyarakat Kabupaten Jepara tahun 2019 ini harus sudah ODF, dan tahun ini seluruh desa dan kelurahan telah terverifikasi.

Tahun 2017 sebanyak 195 desa dan kelurahan ada 39, atau sekitar 20 persen ODF. Tahun 2018 sebanyak 81 desa ODF, sehingga total pada tahun tersebut 120 desa ODF atau sekitar 61,5 persen, kemudian untuk tahun 2019 sebanyak 73 desa dan dua kelurahan terverifikasi ODF, sehingga tahun ini seluruh kelurahan dan desa dinyatakan terverifikasi ODF. (DiskominfoJepara/Aldo)