Pencanangan Sekolah Bebas Asap Rokok dan Narkoba dilakukan di SD N 3 Damarjati. (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Guru-guru SD di Kecamatan Kalinyaman berkomitken menciptakan lingkungan SD terbebas dari asap rokok dan narkoba. Pencanangan Sekolah Bebas Asap Rokok dan Narkoba dilakukan Jumat (11/10/2019), di SD N 3 Damarjati oleh Koordinator Satkordik Kecamatan Kalinyamatan Kawit Sukardi bersama Kapolsek Iptu Bambang Suroyo dan perwakilan Puskesmas Kalinyamatan.

Koordinator Satkordik Kalinyamatan Kawit Sukardi mengatakan, pencanangan sekolah sebagai kawasan bebas asap rokok dan narkoba baru pertama dilakukan. Dia berharap komitmen ini diikuti kecamatan-kecamatan lain di Jepara.

“Jika ada di antara Bapak-Bapak yang pagi ini hadir kebetulan adalah perokok, saya minta menghormati yang lain. Bahkan mari bersama-sama ikut mengampanyekan tidak merokok di lingkungan sekolah. Kepala sekolah bertanggung jawab mengampanyekan program ini di lingkungan masing-masing. Yang kita lakukan ini, kan, niat baik. Niat baik ini harus dilaksanakan sebaik-baiknya,” kata Kawit saat memberikan sambutan.

Para kepala SD dan MI, guru olahraga, dan guru agama dihadirkan dalam kegiatan ini.
“Di Kalinyamatan ada 40 SD dan 2 MI. Semuanya berkomitmen,” tegas Kawit yang mengaku semula adalah perokok namun sudah berhenti.

Kapolsek Kalinyamatan Iptu Bambang Suroyo yang hadir bersama Kanit Binmas dan Kanit Reskrim mendukung penuh komitmen ini.

“Anak-anak itu, kan, hati dan pikirannya masih bersih. Harus kita lindungi. Kalau sejak dini disadarkan bahaya rokok dan narkoba akan sangat berpengaruh untuk perlindungan masa depannya,” tegas Bambang.

Dia menyebut sinergi Satkordik dan Polsek Kalinyamatan sudah sangat baik. Polsek sering hadir ke sekolah untuk penyuluhan Kamtibmas.

Mewakili Kepala Puskesmas Kalinyamatan dr Lupi Murwani, Bidan Desa Damarjati Mudakiyah mengaku bersyukur mendapat dukungan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui kegiatan ini. Dia juga mengaku penyuluhan Germas sering dilakukan ke SD. (DiskominfoJepara/Sulis)