Lokakarya peningkatan kapasitas industri furnitur. (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Asosiasi Perajin Kayu Jepara (APKJ) akan terus membantu pelaku UMKM furnitur dalam pengurusan sertifikat legalitas kayu. Bantuan tersebut untuk meningkatkan produktivitas, serta daya saing pelaku UMKM di pasar domestik maupun internasional.

Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Perajin Kayu Jepara (APKJ), Achmad Zainudin dalam acara lokakarya peningkatan kapasitas industri furnitur, di salah satu restoran lokal di Jepara, Senin (21/10/2019). “Kita hadir bersama-sama untuk melakukan upaya agar industri ini bisa memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat Jepara khususnya dan Indonesia umumnya,” ujar dia.

Terkait pemberlakuan Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK), pihaknya mendukung secara penuh. Sebab, sistem tersebut bertujuan untuk menjaga kelestarian hutan, sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar global. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang melestarikan lingkungannya,” kata Zainudin.

Untuk itu bagi UMKM, dikatakannya memang masih perlu diberikan pendampingan. Karena selama ini mereka belum terbiasa melakukan dokumentasi dengan baik. Oleh sebab itu pada kesempatan tersebut, pihaknya menggandeng Lembaga Peneliti Kehutanan (Center for International Forestry Research/CIFOR), dan Organisasi Pangan dan Pertanian dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) dalam memberikan bantuan pendampingan, bagi pengrajin mebel, baik yang ada di Kabupaten Jepara maupun asosiasi dari Kota Pasuruan.

Sementara itu, perwakilan FAO Steven Rugards mengatakan, akan bekerjasama dengan 200 UMKM di Jepara dan Pasuruan. Hal ini agar para pelaku UMKM furnitur bisa mengerti mengenai SVLK. (DiskominfoJepara/AchPr)