Wisata Gratis Jepara

JEPARA – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Jepara Dian Kristiandi memenuhi janjinya kepada masyarakat Jepara untuk merealisasikan penggratisan retribusi atau tiket masuk obyek wisata di Kota Ukir. Program wisata gratis ini resmi diluncurkan Plt. Bupati Jepara di Pantai Bandengan, pada Minggu (3/11/2019) siang. “Mulai Senin, 4 November 2019 wisata gratis di obyek wisata yang dikelola Pemkab Jepara, sudah dapat diberlakukan,” kata Andi.

Dikatakan, hal ini lantaran telah diundangkannya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2019 sebagai Perubahan Kedua Atas Perda Nomor 26 Tahun 2010 tentang Retribusi Tempat Rekreasi di Kabupaten Jepara. “Setelah kita tunggu bersama-sama, hasil evaluasi Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, akhirnya diundangkan dengan pemberian nomor per 1 November lalu. Sehingga praktis hari ini sudah bisa kita realisasikan,” kata dia.

Dalam aturan Perda tersebut, penggratisan tiket masuk obyek wisata ini, berlaku mulai hari Senin sampai Jumat. Sedangkan akhir pekan dan hari besar dikenakan retribusi. Pada Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional retribusinya sebesar Rp10.000. Sedangkan pekan syawalan serta sepekan natal dan tahun baru Rp15.000.

Kebijakan ini berlaku untuk wisata yang dikelola pemerintah kabupaten Jepara. Seperti Pantai Kartini, Pantai Bandengan, dan Pantai Benteng Portugis. Dengan penggratisan ini, diharapkan semakin banyak pengunjung yang datang ke Jepara. Sehingga sektor usaha kecil mikro dan menengah ikut terdampak dengan tingginya pengunjung. “Terutama ukirnya ya. Ada dampak ikutan dari semakin banyaknya wisatawan yang datang. Masyarakat yang memiliki usaha di sekitar lokasi wisata juga bisa merasakan. Jadi tidak serta merta wisata ini digratiskan,” paparnya.

Terkait pemasukan yang berkurang dari retribusi pada hari Senin sampai Jumat, Andi mengaku tidak terlalu khawatir. Pasalnya pendapatan asli daerah dari sektor wisata tidak hanya diukur dari retribusi. Malainkan sektor pajak perhotelan dan rumah makan juga masuk di dalamnya. “Selama ini, sektor ini akan kami dorong untuk lebih produktif. Kalau semakin banyak yang datang penginapan dan rumah makan juga ramai. Harapannya ada kesadaran dari pemilik usaha untuk melaporkannya secara real untuk pemasukan daerah. Pajak dari penginapan dan rumah makan ini perlu terus digenjot,” tandasnya.

Selain itu, Andi juga akan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di sektor wisata. Terlebih keamanan, kebersihan, kenyamanan, dan ketertiban dapat selalu terjaga. Sehingga, akan memberikan dampak positif bagi perkembangan kepariwisataan di Kabupaten Jepara. “Kita juga akan tekankan pencatatan terkait pajak perhotelan, dan resto sehingga akan diperoleh data riil jumlah kunjungan,” kata dia.

Salah satu warga Muhamad Ridwan mengaku senang dengan adanya regulasi baru tersebut. Ia berharap, tidak hanya kebijakan untuk menggartiskan obyek wisata masuk namun juga harus diimbangi dengan peningkatan penambahan sarana dan prasana di obyek wisata yang ada. Jangan sampai dengan digratiskan oleh pemerintah, namun disisi lain, fasilitas yang ada di obyek wisata tidak terjaga dengan baik. (DiskominfoJepara/Dian)