Verifikasi ODF di Jepara. (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Tim gabungan verifikator Open Defecation Free (ODF) dari Pemprov Jateng, Senin (4/11/2019) rampung memverifikasi faktual Kabupaten Jepara. Hasilnya, selangkah lagi kabupaten berjuluk Bumi Kartini ini berstatus Kabupaten ODF, atau 100 persen warganya tidak ada yang Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Capaian ini menyusul 17 kabupaten/kota lainnya yang sudah bebas BABS.

Ketua tim verifikasi ODF Danny Setiawan mengatakan Jepara sudah mencapai 99,82 persen ODF. Persentase itu berasal dari sampling di delapan desa (lokus) di delapan wilayah kecamatan, yaitu Desa Bondo di Kecamatan Bangsri, Desa Jambu Timur di Kecamatan Mlonggo, Desa Plajan di Kecamatan Pakisaji, dan Desa Kedungcino di Kecamatan Jepara.

Kemudian Desa Batealit di kecamatan Batealit, Desa Sukodono di Kecamatan Tahunan, Desa Sukosono di Kecamatan Kedung, dan Desa Troso di Kecamatan Pecangaan. “Pertimbangan pemilihan desa/kelurahan adalah yang paling awal ODF, yang banyak sharing-nya (menumpang), banyak memiliki Jamban Sehat Semi Permanen (JSSP), dekat aliran sungai atau drainase, dan dekat hutan,” ujar Danny.

Dari 529 Kartu Keluarga (KK) di delapan desa tersebut, ditemukan satu KK atau 0,18 persenya yang belum menyadari ODF dan masih BABS, yakni di Desa Troso-Pecangaan. Hal itu diakui warga tersebut seringnya membuang hajat langsung di sungai. Atas temuan ini diharapkan dapat untuk diperbaiki maksimal sepekan ke depan. “Kami tunggu kami beri waktu seminggu untuk segera ditindaklanjuti,” tutur dia.

Di samping satu KK yang masih BABS, Danny juga mencatat ada sebanyak 403 KK sudah memiliki Jamban Sehat Permanen (JSP), 38 KK mempunyai JSSP, dan yang masih menumpang BAB ada sebanyak 87 KK.

Meski sudah terverifikasi ODF sejumlah desa juga mendapat catatan, di antaranya penanganan limbah popok bayi sekali pakai, jarak ideal tangki septik dengan sumur, dan tersedianya sabun di WC. Terpenuhinya catatan ini nantinya bisa jadi pertimbangan pada ajang penilaian Kabupaten Sehat.

Namun secara dokumen, dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Mudrikatun, seluruh desa/kelurahan sudah 100 persen ODF. Meski menyisakan waktu sepekan pihaknya optimis dapat menuntaskannya. Karena seluruh material sudah siap dan segera untuk dikerjakan. “Memang material sudah ada. Kemarin waktu kami diskusi dengan para petinggi intinya bagaimana jamban itu tetap ada. Misal tidak ada dana, kami juga telah sepakat untuk gotong-royong membantu,” ujar Ika. (DiskominfoJepara/AchPr)