Pementasan Wayang Kulit 24 Jam Non Stop. (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Wayang Indonesia tumbuh menjadi aset budaya nasional yang memiliki nilai yang sangat berharga dalam pembentukan karakter dan jati diri bangsa. Memperingati Hari Wayang Nasional 7 November, Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Jepara menggelar pementasan wayang kulit dengan menghadirkan 15 dalang dan puluhan waranggono di Kabupaten Jepara.

Pementasan wayang kulit 24 jam non stop dibuka oleh Ketua Harian Komite Sosial Budaya Nasional (KSBN) Jepara Sholih, pada Rabu (6/11/2019) pagi, di Halaman Pendapa Kabupaten Jepara.

Ketua Pepadi Jepara Ki Hendro Suryo Kartiko mengatakan, pertunjukan ini baru pertama kali dilakukan di Kabupaten Jepara. Diharapkan akan menjadi embrio bangkitnya kesenian wayang kulit di Kota Ukir.

Apalagi dalam pementasan, tidak hanya menampilkan dalang-dalang senior yang sudah kondang, akan tetapi juga kolaborasi dengan dalang-dalang muda yang ada di Kabupaten Jepara. “Ada beberapa dalang cilik yang ikut tampil. Seperti halnya Lintang, Eko, dll,” kata dia.

Dikatakan Hendro, ini merupakan terobosan baru Pepadi, untuk memperingati Hari Wayang Nasional 2019. Ia berharap, ada regenerasi pedalangan atau seni pewayangan di Kabupaten Jepara. “Saatnya dalang-dalang muda untuk tampil,” katanya.

Untuk pementasan tersebut, masing-masing dalang dalang diberikan waktu 2 jam dengan membawakan lakon masing-maisng. Mereka akan diringi puluhan waranggono muda dan pangrawit yang tampil secara bergantian. Ada yang membawakan lakon Bimo Rangsang, Wusanggeni Duto, dan Gareng Ratu. Ada juga dalang muda yang hanya menampilkan sabetan-sabetan sesuai dengan kemampuan mereka. “Kegiatan dimulai pukul 07.00 wib, dan akan berakhir besok, hari Kamis 7 November pukul 07.00 wib,” kata dia.

Ketua KSBN Jepara Sholih memberian apresiasi kegiatan ini. Disampaikan, sesuai Undang Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Seni dan Budaya. Intinya adalah seni dan budaya yang dimiliki wajib untuk diinventarisasi, dilindungi, dilestarikan dan dikembangkan. Salah satunya adalah kesenian wayang. “Dengan melestarikan beragam kesenian tersebut, akan memperkokoh jati diri bangsa,” katanya.

Sementara, mengenai penetapan Hari Wayang Nasional 7 November berkaitan dengan pengakuan UNESCO badan dunia bidang pendidikan dan kebudayaan terhadap kesenian wayang Indonesia sebagai warisan dunia non benda untuk kemanusiaan. Yang sampai sekarang terus diperingati oleh pelaku seni pewayangan, termasuk di Kabupaten Jepara. (DiskominfoJepara/Dian)