Plt. Bupati Jepara Dian Kristiandi menyerahkan bantuan beras kepada petani. (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Meringankan beban para petani yang mengalami gagal panen akibat musim kemarau panjang, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Jepara Dian Kristiandi menyerahkan bantuan beras bagi para petani di Kabupaten Jepara. Bantuan diserahkan pada, Jumat (15/11/2019), di Desa Menganti, Kecamatan Kedung.

Hadir dalam kesempatan itu, Asisten II Sekda Jepara Mulyaji, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara Achid Styawan dan Camat Kedung Sisnanto Rusli.

Dikatakan Andi, total beras yang dibagikan kali ini sebanyak 6 Ton. Bantuan ini disebar untuk para petani di wilayah Kecamatan Kedung. Beberapa desa yang pada 2019 ini menghadapi masa sulit, karena kekeringan air yaitu Desa Menganti, Sowan Lor, Surodadi, Kalianyar, Karangaji, dan Kedung Malang.

Ada 11 kelompok tani di kawasan tersebut, yang menghadapi puso tanaman padinya. Mereka yang sudah menanam padi pada April-Mei, berharap bisa memanen padi pada Agustus-September. Namun karena kekurangan air, akhirnya sawah mereka mengalami puso atau gagal panen.

“Hari ini kami menyampaikan bantuan beras kepada mereka. Ini adalah bagian dari kegiatan penanganan daerah rawan pangan di DKPP Jepara. Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban para petani,” ujar Dian Kristiandi.

Sementara itu, Kepala DKPP Jepara, Achid Setiawan menyebutkan, ada sejumlah kelompok tani yang menjadi sasaran pemberian bantuan ini. Di Desa Menganti ada 3 kelompok tani dengan 127 petani. Surodadi (2) dengan 112 orang petani, Karangaji (1) dengan 146 petani.

Untuk Desa Sowan Lor ada (1) kelompok petani dengan 113 orang petani. Desa Kedungmalang (3) dengan 39 orang anggota, dan Desa Karanganyar (1) dengan 63 orang petani anggotanya. Setiap petani dalam kelompok-kelompok tersebut diberi bantuan masing-masing 10 Kilogram beras. “Seluruhnya ada 600 petani yang mendapatkan bantuan beras. Total seluruhnya ada 6 ton yang kami berikan sebagai bantuan,” ujar Achid Setiawan.

Salah satu petani Desa Menganti, Geo Arzaq mengaku, musim tanam II ini, sawahnya tidak dapat ditanami sehingga praktis tidak dapat penghasilan. (DiskominfoJepara/Dian)