Plt. Bupati Jepara bersama Duta Besar Kamboja.

JEPARA – Setahun lalu, Duta Besar Kamboja Hor Nam Bora beserta 29 duta besar delegasi dari negara sahabat, menyambangi sejumlah wilayah strategis di Kabupaten Jepara. Sektor pariwisata dan budaya, industri perdagangan, sampai pendidikan, menjadi hal yang diamati.

Saat tur diplomatik ke Kabupaten Jepara pada 20 hingga 22 September 2018, Duta Besar Kamboja merasa tertarik terhadap tiga sektor tersebut. Sehingga rencananya negara berjuluk “Hell on Earth” ini, akan membangun “Sister city” bersama Bumi Kartini lewat sektor pendidikan, pariwisata, dan perdagangan.

Pemkab Jepara sendiri mengapresiasi bentuk dukungan Dubes Hor Nam Bora ini. Salah satunya dari Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Zamroni Lestiaza, Senin (18/11/2019).

Istilah “Sister city” atau kota kembar, dikatakannya adalah konsep penggandengan dua kota yang berbeda lokasi dan administrasi. Tujuannya yakni menjalin hubungan kerja sama dan kontak sosial antarpenduduk. Khusus sektor pariwisata, diyakini dapat terdorong dan tumbuh atas terlaksananya program tersebut, termasuk industri di dalamnya. “Bidang pariwisata harapannya wisatawan dari Kamboja atau Jepara bisa saling mengunjungi,” ujar Zamroni.

Saat ini, pihaknya juga tengah mematangakan sejumlah konsep yang nantinya akan ditawarkan. Sehingga keberlanjutan dapat tercipta dalam keseimbangan kedua belah pihak.

Demi suksesnya program tersebut, delegasi Kabupaten Jepara dijadwalkan akan bertolak ke Kamboja, pada 15 sampai 18 Desember mendatang. Misinya adalah menjalin komunikasi dan memperkuat kerja sama, serta merealisasikan program kota kembar. “Kita diundang untuk ke sana untuk bisa melihat potensi, sekaligus kita mengenalkan pariwisata Jepara di Kamboja. Kebetulan di sana ada kegiatan expo yang dilaksanakan KBRI di Kamboja,” terang dia. (DiskominfoJepara/AchPr)