Pementasan drama oleh Teater Matajiwa asal Kota Semarang. (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Di Gedung Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Jepara, Sabtu (23/11/2019) dipentaskan seni pertunjukan teater inspiratif bertajuk “Sebuah Pilihan”. Pementasan drama oleh Teater Matajiwa asal Kota Semarang ini, diharapkan dapat membangkitkan kembali imajinasi kreatif bagi para seniman teater Jepara.

Mengadaptasi naskah “Aa Ii Uu” karya sutradara teater terkemuka Arifin C. Noer, Sutradara Alfiyanto sukses mempertunjukan suguhan yang segar. Dimainkan oleh tujuh aktris, lakon tersebut menceritakan kisah inspirasi yang lekat dengan kehidupan sehari-hari. Lewat judul “Sebuah Pilihan”, para pemain mengisahkan tentang sebuah keluarga yang tengah dirundung sebuah dilema.

Gadis remaja bernama Uu, mempunyai cita-cita menjadi seorang ahli sejarah atau sejarawan. Demi meraihnya ia pun berkeinginan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, dan masuk jurusan yang sesuai dengan bidang itu. Meski mendapat dukungan dari mama, tak lantas Uu senang hati. Pasalnya, cita-cita itu tak mendapat restu dari oma. “Pekerjaan apa itu, contoh Aa dan Ii punya cita-cita yang jelas,” tukas oma, saat mendengar jawaban Uu.

Keterbatasan pengetahuan oma akan jenis, peluang, dan penghasilan atas cita-cita Uu itulah yang mendasari munculnya konflik. Mendapat tentangan keras dari sang oma, gadis remaja itu lantas mengurung diri di kamar dan menguncinya dari dalam. “Tidak mau Uu tetap ingin jadi sejarawan,” lantang Uu dari balik pintu kamar.

Oma, Aa, Ii, dan mama yang tahu akan riwayat sakit Uu, berhasil dibuatnya khawatir. Rasa khawatir itulah memaksa oma mendatangkan kerabat terdekatnya, yakni tante Ira dan tente Susi. Kedua tantenya Uu diharapkan dapat membujuk dan meyakinkan, bahwa yang menjadi pilihan keponakannya itu salah.

Pada akhirnya, bujukan bahkan rayuan tetap tak mengurungkan niat kuat Uu, yang bericita-cita menjadi sejarawan. Dengan penuh keyakinan Uu tetap ingin menjadi seorang ahli sejarah. Karena ia tahu bahwa dirinya berhak mewujudkan cita-citanya.
Selain panggung pertunjukan, panitia juga menggelar sarasehan. Pada sesi ini, para penonton yang mayoritas pelaku seni teater diajak berdiskusi tentang kiat-kiat kesiapan sebuah kelompok maju pada perlombaan.

Ketua panitia penyelenggara Kustam Ekajalu menyebutkan, bahwa kegiatan ini adalah program kerja DKD Kabupaten Jepara, yaitu “Srawung Teater”. Di samping bentuk jejaring kesenian teater antarkota, ajang ini sekaligus dapat membangkitkan gairah teater di Jepara. Melalui sajian kekinian, diharapkan mampu mendobrak imajinasi pelaku seni dibidang teater di Jepara. “Ini srawung teater sebagai bentuk jejaring kesenian teater antarkota. Hari kita sebagai tuan rumah, ke depannya kita akan bergantian saling bersilaturahmi,” ujar Kustam. (DiskominfoJepara/AchPr)