Pemusnahan Miras di Alun-alun Jepara. (Foto Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Sebanyak 3.322 minuman beralkohol (mihol) berbagai kemasan dan merek dimusnahkan Pemkab Jepara. Pemusnahan barang tegahan tersebut dilakukan usai upacara peringatan Hari Korpri, di Alun-alun utama Kabupaten Jepara pada Jumat (29/11/2019).

Ribuan mihol itu adalah hasil sitaan dari sejumlah razia, yang digelar Pemkab Jepara dalam rangka memberantas peredaran minuman keras. Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Jepara Dian Kristiandi didampingi Forkopimda Jepara, memimpin langsung pemusnahan tersebut.

Proses pemusnahan yang dilakukan dengan cara dilindas menggunakan alat berat, disaksikan oleh ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jepara. Menurut Dian Kristiandi, pemusnahan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam memberantas penyakit masyarakat. “Agar tindakan ini membuat efek jera bagi yang masih berperilaku melanggar ketentuan peraturan daerah, terkait dengan penyediaan, penggunaan, dan penyimpanan minuman keras di Jepara ini,” ujar Plt. Bupati Jepara.

Dikatakannya, cara ini dianggap salah satu upaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar tidak melakukan transaksi, maupun mengkonsumsi minuman keras. Andi dengan tegas mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya, demi menjaga kondusivitas Jepara sesuai instrumen peraturan daerah. “Terutama kalau ada tontonan-tontonan, itu juga Satpol-PP harus tetap sigap untuk melakukan, artinya dengan tindakan persuasif,” kata Andi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Satpol-PP Kabupaten Jepara Istono mengakui, peredaran mihol dari waktu ke waktu semakin meningkat. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya jumlah barang tegahan yang diamankan. “Meningkat, kira-kira sekitar lima sampai 10 persen,” aku dia.

Diketahui mihol yang dimusnahan itu, terdiri dari 3.106 dengan kemasan botol, 206 mihol berkemasan kaleng, dan 10 dalam kemasan jeriken. Serupa kali ini, pada 12 November lalu juga telah dimusnahakan 3.964 kemasan mihol, bertempat di halaman Kantor Kejari Jepara.

Senada dengan Istono, Kabid Penegakan dan Penertiban Satpol-PP Jepara Anwar Sadat mengungkapkan, bahwa sepanjang tahun ini hingga pemusnahan itu sedikitnya sudah ada 30 terdakwa. Mereka telah didakwa dengan tipiring, dan dituntut atas pelanggaran Perda Nomor 2 Tahun 2013, tentang larangan minuman berakohol. “Denda yang sudah kita stor sepanjang sidang tipiring 2019, sebanyak Rp 97.750.000,” ujar Sadat. (DiskominfoJepara/AchPr)