Operasi pasar di sejumlah pasar tradisional jelang Natal dan Tahun Baru. (Foto Dok. DiskominfoJepara)

JEPARA – Menjelang natal dan tahun baru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menggelar operasi pasar di sejumlah pasar tradisional. Kegiatan dilaksanakan pada sejumlah pasar tradisional selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, (16 sampai 18/12/2019).

Operasi pasar di sejumlah pasar tradisional jelang Natal dan Tahun Baru

Monitoring harga ini untuk memastikan dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas), serta bahan kebutuhan lainnya menjelang hari Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Sasaran utama monitoring adalah toko sembako, dan los pasar yang menjual kebutuhan pangan masyarakat.

Hari pertama monitoring dilakukan di pasar Jepara Satu (Pasar Ratu), Pasar Kedung, Pasar Tahunan, dan Pasar Batealit, tidak ditemukan lonjakan harga yang dapat meresahkan masyarakat.

Muh. Ibnu Sulkhan selaku Kasubag Ekonomi Daerah bagian perekonomian Setda Jepara mengatakan, pada kegiatan monitoring ini tidak ditemukan sembako dan daging yang ditimbun. Harga sembako masih relatif sama dengan harga di beberapa hari sebelumnya, terdapat kenaikan di komoditas sayur dan telor itupun masih dalam ambang batas kewajaran. Kisaran kenaikannya kurang dari sepuluh persen dari hari biasanya.

Sementara itu, salah satu pedagang pasar Tahunan, Ibu Hj. Sholehah mengatakan bahwa harga sembako menjelang natal dan tahun baru 2020 masih stabil. Hanya saja beberapa komoditas barang yang naik, seperti harga telur. Harga telur pada awalnya sekitar Rp24.000 menjadi Rp25.000. Namun menjelang natal dan tahun baru harga telur naik menjadi rerata Rp26.000 perkilo. Selain harga telur, harga cabai juga naik menjadi Rp30.000 yang semula Rp28.000 (DiskominfoJepara/Zaenal)