Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau langsung Bandara Dewandaru Kepulauan Karimunjawa Jepara. (Foto Dok. BKIP Kemenhub)

JEPARA – Dalam kunjungannya ke Karimunjawa Jepara, pada Sabtu (11/1/2020) lalu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi akan membuka kesempatan adanya penambahan rute baru menuju Kepulauan Karimunjawa Jepara.

“Kita akan membuka kesempatan untuk adanya penambahan rute baru menuju Pulau Karimunjawa. Misalnya bisa dari Bandara Kulonprogo ke Karimunjawa. Ini akan jadi kombinasi pariwisata yang baik dengan Borobudur,” kata dia.

Saat ini Bandara Dewandaru memiliki runway berukuran 1200 x 30 meter dimana secara fisik bandara ini telah memiliki runway 1400 x 30 meter dimana saat ini masih menunggu verifikasi. Sedangkan untuk taxiway berukuran 62 x 15 meter, dan apron berukuran 91 x 50 meter yang dapat melayani pesawat sejenis ATR-72. Luas terminal penumpang Bandara Dewadaru saat ini baru 220 meter persegi. Sebelum rute baru tersebut, landasan pacu hari di panjangkan lagi, menjadi 1600 higga 1700. Sehingga mampu menampung pesawa berkapasitas besar.

Terkait perluasan terminal Bandara Dewadaru ini diperlukan anggaran Rp20-30 milyar, sedangkan untuk terminal pihaknya akan menyiapkan anggaran sebesar Rp30-40 milyar. “Perluasan terminal itu alokasi dari Kemenhub, sedangkan (kebutuhan) tanah dari pemerintah provinsi dan kabupaten, “ kata dia.

Selain mengembangkan bandara, Menhub menyebut akan mengembangkan angkutan darat dan laut di Pulau Karimunjawa. Secara khusus untuk angkutan darat Menhub akan membuka peluang swasta dengan menerapkan skema “buy the service”. Untuk itu Menhub meminta untuk memetakan rute bus yang nantinya akan melayani.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Jepara Dian Kristiandi juga menyampaikan adanya perluasan Bandara Dewandaru akan menambah jumlah wisatawan khususnya jalur udara. Andi mengaku akses bewisata ke Pulau Karimunjawa semakin terbuka lebar. Selain jalur udara, sudah dipastikan setiap hari ada pelayaran Jepara – Karimunjawa. “Kalau sekarang wisatawan kapan saja, ingin berangkat ke Karimunjawa bisa. Terkecuali cuaca buruk,” kata dia.

Tidak hanya itu, akses komunikasi seperi internet, dan jaringan listik di Karimunjawa sudah terpasang 24 jam. Sehingga, berwisata ke Karimunjawa semakin asyik dan menyenangkan. “Tidak perlu khawatir lagi, tidak ada akses internet. Sekaarng di Kepulauan Karimunjawa sudah ada,” katanya. (DiskominfoJepara/Dian)