Penyerahan Lukisan/Foto Plt. Bupati Dian Kristiandi kepada Camat Bangsri (kanan) dalam bakti sosial Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura di Desa Srikandang, Kecamatan Bangsri. (Foto Dok. DiskominfoJepara)

JEPARA – Pulang ke kampung halaman, dimanfaatkan oleh puluhan Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura untuk melakukan bakti sosial di Desa Srikandang, Kecamatan Bangsri. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu, (24-25 Januari 2020), di Dukuh Ngemping Desa setempat.

Hadir dalam kegiatan itu Camat Bangsri Mohamad Thoriq Alamsyah Petinggi Desa Srikandang Ahmad Shohib, Alumni Trunojoyo Madura, puluhan mahasiswa asal Jepara yang menempuh pendidikan di Universitas Trunojoyo serta mayarakat setempat.

Anak-anak Taman Kanak-Kanak melaksanakan lomba mewarnai

Sebeum dibuka, puluhan anak-anak Taman Kanak-Kanak sudah mengawali terlebih dulu dengan lomba mewarnai. Kemudian disusul dengan pemeriksaan kesehatan gratis dengan menggandeng Puskesmas Bangsri II.

Para mahasiswa asal Jepara yang berkuliah di Universitas Trunojoyo, tergabung dalam organisasi SWARA (Suara Mahasiswa Jepara Universitas Trunojoyo Madura). Sejak didirikan 6 tahun lalu, mereka secara aktif memberi sumbang-sih kepada daerah kelahirannya. Kegiatan Baksos ini sendiri dilaksanakan bersamaan dengan hari ulang tahun mereka yang ke-6 pada 2020 ini.

Panitia kegiatan Ahmad Noor Wahyuddin mengatakan, bakti sosial kali ini dilakukan dengan beberapa rangkaian kegiatan selama dua hari. Diantaranya adalah menggelar penyuluhan HIV-AIDS bagi warga dan pengecekan kesehatan gratis.

Kemudian juga ada penyuluhan pertanian dan penyerahan bantuan 1000 batang bibit pohon untuk kepentingan reboisasi. Diluar itu juga ada kegiatan nonton film bareng dengan layar lebar.

Ketua Umum SWARA, Fani Efriza Alfariansyah menyatakan puluhan mahasiswa asal Jepara yang saat ini berkuliah di Madura mencoba untuk memberikan sesuatu yang nyata bagi masyarakat. “Kali ini kami menggelar kegiatan di Srikandang, Bangsri. Beberapa kegiatan bakti sosial kami laksanakan, dan mudah-mudahan bisa memberi manfaat,” ujar dia.

Terkait kegiatan penyuluhan HIV-AIDS, Fani menyatakan hal ini dilandasi fakta bahwa masalah HIV-AIDS saat ini menjadi persoalan serius di Jepara. Jepara dari data yang ada menjadi salah satu kabupaten yang memiliki jumlah kasus HIV-AIDS terbesar di Jawa Tengah. Karena itu SWARA Jepara berharap dengan dilakukannya penyuluhan tentang penyakit ini, kesadaran masyarakat muncul. “Apalagi di Jepara wilayah yang banyak terjangkit HIV-AIDS adalah Kecamatan Bangsri,” katanya.

Pembina SWARA Fajar mengatakan, keberadaan mahasiswa asal Jepara yang menempuh pendidikan di Madura mengalami perkembangan yang cukup bagus mulai 2012 hingga 2020. Dari awalnya hanya empat orang, sekarang sudah ada 150 mahasiswa yang menempuh pendidikan di sana. “Hampir semua masuk melalui jalur bidikmisi atau beasiswa. Sehingga memang mahasiswa pilihan,” katanya.

Sementara itu, Camat Bangsri, Mohamad Thoriq Alamsyah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas digelarnya kegiatan ini. Pihaknya merasa senang, karena para mahasiswa yang tergabung dalam SWARA Jepara memberikan kepedulian mereka dengan kegiatan nyata untuk masyarakat. “Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk para mahasiswa yang telah mengadakan kegiatan ini. Apalagi pendanaan berasal dari mereka sendiri,” katanya. (DiskominfoJepara/Dian)