disdukcapil-jepara
Plt. Bupati Dian Kristiandi saat sidak pelayanan di Disdukcapil Jepara. (Foto Dok. DiskominfoJepara)

JEPARA – Rencana Pemerintah Kabupaten Jepara untuk memberikan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di kantor kecamatan hampir terealisasi. Pendelegasian pelayanan adminduk ke kecamatan, paling lambat terwujud April mendatang.

Kepastian ini diperoleh setelah Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Jepara Dian Kristiandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jepara, Rabu (29/1/2020). Selain untuk memastikan pelayanan adminduk yang masih dilakukan di Disdukcapil berjalan lebih optimal, sidak itu memang dimaksudkan Andi untuk memastikan progres pendelegasian pelayanan adminduk ke kantor kecamatan berjalan sesuai rencana.

Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Kabupaten Jepara Susetyo di depan Plt. Bupati Dian Kristiandi mengungkapkan, saat ini proses lelang paket peralatan pelayanan adminduk untuk 16 kecamatan masih mengalami kendala teknis.
“Kendalanya pada pengunggahan dokumen pangadaan sehingga belum bisa berjalan,”kata Susetyo.

Akan tetapi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bagian Pembangunan dan Pengadaan Barang/Jasa Setda Jepara untuk menangani kendala lelang peralatan yang nilainya sekitar Rp400 juta tersebut.

Dengan nilai sebesar itu, masing-masing titik pelayanan di kecamatan akan mendapatkan mesin cetak, komputer perekaman, peladen (server), dan beberapa peralatan pendukung lainnya. Dengan sarana itu, pendelegasian pelayanan ke kecamatan bisa dilakukan paling lama pada Maret atau April mendatang.

Menanggapi masih banyaknya aduan masyarakat terkait pelayanan di Disdukcapil, Andi memerintahkan dilakukan optimalisasi pelayanan.

Meski saat sidak Andi mendapati antrean berjalan cukup baik, dia melihat perlunya perubahan meja pelayanan agar antrean tidak semerawut.

Andi mengarahkan agar meja verifikasi berkas pengajuan akta kelahiran yang berada di depan pintu masuk dipindah.

“Sebaiknya dipindah ke sini agar antrean tidak berjejal di depan,” instruksinya saat melihat bagian tengah kantor. Instruksi itu disampaikan langsung kepada Kabid Kependudukan Dasuki yang juga menemuinya saat sidak.

Dalam kesempatan itu, Andi juga memerintahkan agar tulisan berisi pengumuman terkait zonasi pelayanan diperjelas. Meski sejumlah pengumuman zonasi pelayanan sudah dipasang di area kantor Disdukcapil, Andi melihat desain tulisan tidak menarik sehingga pencari pelayanan tidak tertarik membaca. Nyatanya, ada warga dari luar kecamatan terjadwal, hari itu ikut mengantre.

“Jadwal kecamatan itu harus dibuat lebih besar dan bentuk tulisannya menarik agar masyarakat ingin membaca. Dengan begitu warga tahu kecamatannya mendapat jatah pelayanan hari apa,” arahnya. (DiskominfoJepara/Sulismanto)