Asisten II Sekda Jepara Mulyaji membuka sosialisasi hibah tempat peribadatan di Gedung Shima Jepara. (Foto Dok. DiskominfoJepara)

JEPARA – Asisten II Sekda Jepara Mulyaji berharap jangan sampai ada penerima bantuan hibah fiktif di Kabupaten Jepara. Hal ini tentu saja akan sangat berdampak dan merugikan. Tidak hanya pemerintah daerah juga masyarakat, karena ini sudah masuk dalam kategori penyalahgunaan anggaran negara.

Hal ini disampaikan Mulyaji, saat membuka acara sosialisasi bantuan hibah tahun 2020, pada Selasa (11/2/2020) di gedung Shima Jepara. Hadir pula Kabag kesra Sekda Jepara Suhendro, para pejabat terkait dan calon penerima bantuan hibah.

“Jangan sampai kita berurusan dengan hukum, lantaran ada penerima bantuan fiktif ini. Apalagi ini sifatnya bantuan untuk keagamaan,” kata Mulyaji.

Untuk itu, Mulyaji mengingatkan untuk memperketat proses seleksi penerima bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu. Dengan begitu, bantuan yang sejatinya untuk mendukung peningkatan tempat peribadatan tersebut tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

“Jangan sampai bantuan hibah ini disalahgunakan. Kasihan masyarakat. Anggaran negara justru digunakan untuk kepentingan kelompok,” kata dia.

Selain itu, proses pengalokasian hibah mesti berdasarkan kebutuhan dan peruntukan lembaga atau yayasan berbadan hukum Indonesia yang mengajukan bantuan. Sehingga bantuan itu dapat digunakan tepat sasaran.

Dikatakan ada tiga hal yang perlu diingat dan dilaksanakan oleh penerima bantuan hibah, pertama mekanisme pencairan, kedua, penggunaan anggaran serta yang terpenting (ketiga), laporan pertanggung jawaban. Untuk itulah harus dilakasanakan dengan benar dan tepat waktu.

“Terkait dengan panitia pembangunan untuk penyempurnan tempat peribadatan ini. Bermuara untuk berpikir tentang akherat dan pintu surga. Untuk itu, saya yakin tidak akan ada upaya manipulasi,” kata dia.

Tahun ini, Pemkab Jepara mengalokasikan Rp6,47 miliar untuk bantuan hibah renovasi tempat peribadatan di Kabupaten Jepara. Total ada 145 tempat peribadatan, baik masjid, musala, dan gereja yang mendapakan alokasi ini. (DiskominfoJepara/Dian)