fkgtt
Audensi Forum Komunikasi Guru Tidak Tetap (FKGTT) Jepara, di Ruang Kerja Plt. Bupati Jepara. (Foto Dok. DiskominfoJepara)

JEPARA – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Jepara Dian Kristiandi berharap kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jepara, untuk memetakan tenaga honorer yang terancam tergeser oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) hasil perekrutan tahun 2019/2020.

Hal ini disampaikan Andi, saat menerima Forum Komunikasi Guru Tidak Tetap (FKGTT) Jepara, pada Senin (10/2/2020), di Ruang Kerjanya. Hadir pula Kepala Disdikpora Agus Tri Harjono, dan Kasubid Perencanaan dan Formasi BKD Jepara Zakaria.

“Mulai sekarang kita sudah harus memikirkan para tenaga honorer yang sudah mengajar, dan tidak diterima dalam penerimaan CPNS tahun ini. Jangan sampai mereka kehilangan pekerjaannya karena tergeser oleh PNS baru,” kata Andi.

Andi berharap kepada Disdikpora, untuk segera memetakan pegawai honorer dan sekolah yang tahun ini membuka lowongan untuk PNS. “Harapan kami mereka bisa ikut tes dan diterima di tempatnya mengajar, namun kalaupun tidak diterima ini yang harus kita pikirkan bersama,” kata Andi.

Dikatakan Andi, kalaupun memang terpaksa kondisi sekolah, sudah tidak memungkinkan mendapatkan bantuan tenaga honorer, bisa dicarikan sekolah baru untuk melanjutkan pengabdianya. “Kalau sampai mereka tidak mendapatkan jam mengajar karena adanya pegawai baru, tugas kita untuk mencarikan tempat atau sekolah baru. Tapi ya jangan jauh-jauh,” kata dia.

Kepala Disdikpora Agus Tri Harjono mengaku siap untuk membantu tenaga honorer yang kehilangan jam mengajarnya, lantaran kedatangan PNS baru. Meski demikian, ia berharap tenaga honorer yang mengikuti seleksi tahun ini, bisa terangkat menjadi PNS.

Kasubid Perencanaan dan Formasi BKD Jepara Zakaria mengatakan, tahun ini Kabupaten Jepara membuka 381 formasi CPNS. Dari formasi yang ada, terbanyak merupakan formasi tenaga kependidikan sebanyak 62 persen, kesehatan 21 persen dan tenaga teknis 16 persen. Adapun yang lolos administrasi dan akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sebanyak 5.363 orang. (DiskominfoJepara/Dian)