Asisten II Sekda Jepara Mulyaji membuka sosialisasi hibah tempat peribadatan di Gedung Shima Jepara. (Foto Dok. DiskominfoJepara)

JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyiapkan sedikitnya Rp6,47 miliar untuk perbaikan sarana peribadatan umat beragama di Kabupaten Jepara. Melalui bantuan dana hibah ini, diharapkan mampu menjadi stimulan bagi warga masyarakat untuk meningatkan kualitas sarana dan prasarana, serta memberikan rasa nyaman bagi warga yang sedang melaksanakan ibadah.

Peserta sosialisasi hibah tempat peribadatan di Gedung Shima Jepara.

Melalui kegiatan sosialisasi hibah tempat peribadatan di Kabupaten Jepara, Pemkab Jepara mengundang 145 pengurus atau lembaga calon penerima bantuan dana hibah. Kegiatan dibuka oleh, Asisten II Sekda Jepara Mulyaji di Gedung Shima Jepara, pada Selasa (11/2/2020) pagi. Hadir pula Kepala Bagian Kesra Sekda Jepara Suhendro, dan Inspektorat Jepara.

“Setiap tahun, Pemkab Jepara selalu berkomitmen untuk mengalokasikan sebagian Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), untuk alokasi sarana peribadatan di Jepara,” kata dia.

Tidak hanya untuk perbaikan masjid dan musala saja, tahun ini bantuan juga diberikan untuk perbaikan gereja di Kabupaten Jepara. Disampaikan, bantuan hibah ini tidak hanya diberikan saat penetapan APBD saja, akan tetapi bisa diberikan dalam perubahan APBD 2020. Tidak hanya Rp6,47 miliar, tapi bisa bertambah setelah ada akumulasi penetapan dan berubahan hingga mencapai Rp10 miliar.

“Bagi tempat ibadah untuk agama lain, bisa mengajukan dan dianggaran untuk perubahan nanti,” kata Mulyaji.

Disampaikan, jumlah tempat ibadah di Kabupaten Jepara jumlahnya cukup banyak. Untuk tahun 2019 ini, terdapat 1.077 masjid, 3.638 musala, 109 gereja, 35 wihara, 4 pura, serta 2 klenteng. “Dari semunya itu, ada yang sudah representatif, namun ada pula yang masih membutuhkan bantuan untuk perbaikan,” katanya.

Kepada para pengurus tempat peribadatan, Mulyaji berpesan agar tetap menjaga dari rongrongan upaya radikalisme, terorisme, dan intoleransi. Dengan begitu, akan terwujud tri kerukunan,yaitu kerukunan internal umat beragama, kerukunan antar umat beragama, dan kerukunan antar umat beragama dan pemerintah.

Sementara Kabag Kesra Setda Jepara Suhendro mengatakan, dari total 145 penerima bantuan terdiri dari, 66 untuk masjid, 70 musala, dan 9 gereja. Suhendro berharap agar calon penerima hibah ini mampu memahami mekanisme pelaksanaan. Mulai pencairan, laporan pertanggung jawaban dengan tepat waktu, sesuai peraturan yang ada,” kata dia. (DiskominfoJepara/Dian)